SMA TN Magelang: Dua Siswa Raih 28 LoA Internasional

Mira T. · 4 min baca · 3 bulan lalu · 228 dibaca
Bisik.id
SMA TN Magelang: Dua Siswa Raih 28 LoA Internasional

Gambar atau konten salah?

Rafif Farand Hardjanto (19) dan Maulana Ariq Abhyasa Ruchiat (18) dari SMA Taruna Nusantara Magelang telah menerima surat penerimaan (LoA) dari banyak perguruan tinggi di luar negeri. Keduanya menunjukkan dedikasi tinggi dalam belajar, sehingga berhasil menempuh jalur internasional.

Rafif diterima di 13 perguruan tinggi luar negeri dan 7 kampus dalam negeri. Saat ini ia masih menunggu pengumuman dari 4 universitas di luar negeri. Ia merupakan putera kedua dari pasangan Wedo Tri Hardjanto dan Damayanti, asal Pekalongan. Sejak duduk di bangku SMPN 6 Pekalongan, ia selalu meraih peringkat teratas.

Setelah lulus SMPN 6, Rafif mendaftar dan diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang. Menurut data Humas SMA TN, ia sudah dinyatakan diterima di 20 perguruan tinggi, baik internasional maupun nasional. Dari 20 tersebut, 15 LoA berasal dari universitas terkemuka dunia.

Daftar LoA internasional Rafif meliputi:

  • Monash University
  • University of New South Wales (UNSW)
  • The University of Queensland (UQ)
  • Hong Kong Polytechnic University (2 LoA)
  • Hong Kong University of Science and Technology (HKUST)
  • APU
  • Curtin University
  • Newcastle University
  • University of Auckland
  • University of Adelaide
  • University of Western Australia
  • Western Sydney University
  • Oregon State University

Di dalam negeri, ia diterima di:

  • ITB
  • UI
  • BINUS University
  • Prasetiya Mulya
  • Universitas Ciputra
  • Universitas Tarumanagara
  • Universitas Pertamina

Rafif masih menunggu pengumuman dari 4 universitas luar negeri: Erasmus Rotterdam, Wageningen University, Australia National University, dan RMIT.

“Saya pribadi dengan kesibukan yang ada di SMA TN mencoba untuk menjaga kebugaran. Saya punya jadwal yang fiks untuk belajar yang tidak bisa diganggu gugat,” kata Rafif saat dihubungi wartawan, Senin, 6 April 2026. “Saya sendiri di luar jam sekolah, mulai dari jam 03.00 sampai jam 04.00 itu saya belajar dan itu tidak boleh (diganggu). Terus saya lanjutkan dari jam 07.00 sampai jam 09.00. Nah yang menurut saya paling penting itu titik beratnya di sini belajar itu tidak boleh terlalu lama,” sambungnya.

Ia menekankan kualitas belajar. “Jadi saya belajar yang di luar jam sekolah itu cuma 2 jam sehari. Tapi saya mencoba untuk 2 jam itu kualitasnya bagus. Saya benar-benar memahami apa yang saya pelajari,” imbuhnya. Ia menegaskan lebih menekankan kualitas daripada kuantitas jam belajar.

Rafif mengungkapkan keinginannya kuliah di Hongkong. “Saya pengen berangkat yang ke Hongkong. Di situ ada universitas namanya Hong Kong University of Science and Technology (HKUST). Itu jurusannya di Bisnis dan Manajemen, General Business and Management,” katanya. Ia masih menunggu hasil dari universitas di Eropa, seperti Wageningen University dan Erasmus Rotterdam. “Jika hasilnya sudah muncul dan dinyatakan diterima, Rafif akan memilih kuliah di Erasmus Rotterdam,” ujarnya.

Rafif juga bermaksud mendaftar beasiswa Garuda. “Nah kebetulan LoA yang disyaratkan ini juga harus join benua yang berbeda-beda. Jadi kita waktu daftar beasiswa Garuda itu kita submit 6 pilihan universitas satu di Amerika, Australia, Asia, sama satu di Eropa. Jadi fungsinya saya daftar ke Belanda itu untuk supaya saya dapat LoA. LoA ini nanti saya submit ke beasiswa Garuda,” tutur pemuda yang bercita-cita menjadi Menteri Ekonomi.

Maulana Ariq Abhyasa Ruchiat, 18, juga menunjukkan prestasi luar biasa. Ia memperoleh 15 LoA perguruan tinggi luar negeri, termasuk:

  • McGill University Canada: Bioresource Engineering
  • University of British Columbia Vancouver: Food Nutrition and Health Program
  • University of British Columbia Okanagan: Sustainability Program
  • University of Toronto Scarborough: Co-op Physical and Environmental Sciences
  • University of Toronto St Michael College: Life Science
  • University of Utah: Earth & Environmental Science
  • University of Minnesota: Food, Agricultural and Natural Resource
  • Oregon State University: Agricultural and Food Business Management
  • George Washington University USA: Political Science
  • Pennsylvania State University USA: Environmental Resource Management
  • The Hongkong Polytechnic University: Environmental Engineering & Sustainable Development
  • Monash University Australia: Bachelor of Engineering (Honours)
  • University Western Australia: Environmental Engineering
  • Adelaide University: Environmental Engineering
  • Ritsumeikan APU Jepang: Economics

Maulana juga memiliki LoA yang belum diumumkan: Hongkong University Science of Technology: Environmental Management and Technology.

Ia menekankan pentingnya menguasai bahasa Inggris. “Untuk pertama kali yang saya lakukan, saya belajar untuk meningkatkan skill Bahasa Inggris untuk mengikuti tes IELTS. Jadi pas itu latihannya benar-benar intens hampir setiap hari,” kata Maulana. Ia melatih listening, reading, writing, dan juga TKA setiap malam setelah tugas sekolah.

Berkarier di bidang lingkungan, Maulana memilih McGill University Canada sebagai pilihan utama untuk beasiswa Garuda. “Pilihan utama saya daftarkan beasiswa garuda itu McGill University Canada. Beasiswa Garuda kita boleh memilih 6 universitas, tapi pilihan utama saya McGill,” ujarnya.

Pjs Kepala Humas SMA Taruna Nusantara Magelang, Muhammad Ibrahim, menjelaskan statistik LoA. “Kaitannya dengan penerima Letter of Acceptance (LoA) dari Perguruan Tinggi Luar Negeri itu tercatat dari 10 universitas luar negeri ada 4 orang. Jadi terdata ada yang satu siswa 15 LoA luar negeri, kemudian ada 13, ada yang 11 dan 10. Selebihnya itu di bawah 10, tapi dari jumlah itu dari 47 siswa itu sekitar 150-an LoA yang diterima,” kata Ibrahim.

Ia menambahkan bahwa variasi LoA mencakup satu universitas dengan 1, 2 sampai 5 jurusan diterima semua. “Jadi, istilahnya bukan hanya satu universitas satu LoA, tapi ada dobel-dobel. Tapi, yang rekor sudah atas nama Maulana Ariq itu 15 LoA yang luar negeri. Sementara yang selanjutnya yang kemarin Rafif Farand itu yang 13 LoA,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, tingginya jumlah LoA terkait dengan program Sekolah Garuda Transformasi. “Kami kan salah satu dari 12 sekolah unggulan garuda transformasi yang awal dirilis oleh Kemenristekdikti. Termasuk, SMA TN salah satunya dari itu kan nanti beasiswa garuda. Makanya, siswa berbondong-bondong untuk mencari LoA agar bisa mendapat beasiswa garuda,” tegasnya.

Dengan dua siswa ini, SMA Taruna Nusantara Magelang menunjukkan bahwa dedikasi dan manajemen waktu yang baik dapat membuka pintu ke perguruan tinggi terkemuka di dunia. Kedua siswa ini juga menegaskan bahwa kualitas belajar lebih penting daripada kuantitas jam belajar, dan mereka siap memanfaatkan peluang beasiswa Garuda untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.

SMA Taruna NusantaraLoAbeasiswa GarudaRafif FarandMaulana Ariquniversitas luar negerimanajemen waktukualitas belajar

Komentar

Memuat komentar...