SMK Luncurkan Program 3+1: Lulusan Siap Kerja di Luar Negeri
Gambar atau konten salah?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (Direktorat SMK) memperkenalkan program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) pada hari Jumat, 22 Mei 2026. Program ini bertujuan mengembangkan lulusan SMK agar tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Abdul Mu'ti, pejabat Kemendikdasmen, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya memenuhi hak konstitusi, di mana setiap warga negara berhak mendapatkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan.
Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa program SMK 3+1 sudah dirancang sejak tahun 2025. Ia menekankan bahwa program ini akan menjadi jembatan kebekerjaan internasional bagi lulusan SMK, menyesuaikan dengan peningkatan mobilitas pasar tenaga kerja global. “Di tengah peningkatan mobilitas pasar tenaga kerja global, lulusan SMK diharuskan bisa beradaptasi dengan cepat,” ujarnya.
Program ini memisahkan masa belajar menjadi dua fase. Selama tiga tahun pertama, siswa mengikuti kurikulum nasional di sekolah masing-masing. Tahun keempat ditujukan untuk belajar bahasa, budaya kerja, hukum, hak, dan perlindungan tenaga migran di negara tujuan. Selain bekerja, siswa juga diharuskan belajar hidup mandiri dan menjadi duta asal Indonesia. “Dengan begitu, program ini dinamakan 'kelas' agar mereka bisa belajar dan siap ketika berangkat bekerja ke luar negeri,” kata Tatang.
Menurut Tatang, tambahan satu tahun belajar ini membuat murid SMK yang akan bekerja ke luar negeri benar-benar siap, baik secara mental, bahasa, termasuk hukum dan hak-hak perlindungan tenaga migran Indonesia di negara tujuan. Ia menekankan pentingnya persiapan mental dan legal sebelum meninggalkan tanah air.
Saat ini, program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) sudah diterapkan di 49 SMK di seluruh Indonesia. Contoh sekolah yang menyambut baik program ini antara lain SMKS Muhammadiyah 1 Malang, Jawa Timur, dan SMKN 1 Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Kemendikdasmen berharap setiap sekolah mampu mengintegrasikan materi kebekerjaan luar negeri ke dalam kurikulum satuan pendidikan mereka.
Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang produktif, berdaya saing global, dan mampu berkontribusi terhadap peningkatan reputasi tenaga kerja Indonesia di dunia internasional.
Program SMK 3+1 menempatkan lulusan SMK pada posisi strategis di pasar tenaga kerja global. Dengan persiapan tiga tahun di sekolah dan satu tahun di luar negeri, siswa memperoleh pengalaman praktis dan pemahaman budaya yang mendalam. Hal ini dapat memperluas jaringan profesional dan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi para pemuda Indonesia. Program ini juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kualitas tenaga kerja vokasi, sehingga Indonesia dapat bersaing di kancah internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
