SMK Siap Industri: 7.586 Ruang Praktik Kini Memadai
Gambar atau konten salah?
Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya menargetkan ruang kelas. Banyak bangunan lain, termasuk ruang praktik murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), juga menjadi fokus program ini.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengungkapkan bahwa pada 2025 sudah ada 7.586 ruang praktik yang memadai. Ia menekankan bahwa ruang praktik di SMK memastikan bahwa apa yang dipelajari murid melalui project‑based learning menghasilkan karya nyata.
“Ketika project based learning dilakukan, maka anak‑anak bisa memahami apa yang dituju dari semua proses pembelajaran, yaitu sebuah outcome, sebuah produk tertentu dan produk ini tentu dievaluasi, direfleksi, dan dipastikan bagaimana selanjutnya dilakukan perbaikan‑perbaikan terus‑meningkat,” kata Tatang.
Ucapan tersebut disampaikan dalam acara Bincang Santai Dampak Nyata Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Penguatan Literasi melalui Sarana Perpustakaan yang Nyaman, yang berlangsung di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, pada 12 Mei 2026.
Fokus selanjutnya adalah mempersiapkan murid SMK agar siap masuk dunia kerja. Ketika murid sudah terbiasa praktik di fasilitas yang memadai, mereka diharapkan tidak gugup dan merasa familiar ketika menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di industri. PKL biasanya dilakukan saat murid berada di kelas 11 semester 2 atau kelas 12.
Tatang mengakui bahwa fasilitas ruang praktik belum sepenuhnya setara dengan dunia industri. Namun, ia menekankan pentingnya dasar ilmu dan kebiasaan praktik. “Jadi yang sebelumnya terdapat 60% SMK yang memiliki kekurangan (ruang) praktik, sekarang pelan‑pelan sudah dipenuhi. Tapi memang belum sepenuhnya,” ujar Tatang.
Menurut data, kini ada sekitar 75 keahlian yang memiliki ruang praktik, mulai dari komputer jaringan hingga mesin. Tatang menambahkan bahwa keahlian SMK masa kini juga telah berkembang. “Sekarang dengan adanya otomatisasi, maka mesin dan elektronik ketemu menjadi mekatronika dan ini tentu butuh fasilitas‑fasilitas praktek yang mencukupi,” ucapnya lagi.
Target Revitalisasi Satuan Pendidikan pada 2026 difokuskan pada tiga sasaran utama. Pertama, menuntaskan revitalisasi sekolah di wilayah yang terkena bencana, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Revitalisasi di lokasi pascabencana Sumatera telah berjalan sejak Februari dan ditargetkan selesai pada Juli. Kedua, revitalisasi pada sekolah yang rusak berat. Ketiga, satuan pendidikan di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
Ia berharap ketiga sasaran tersebut sudah tereksekusi pada Juni 2026, karena Kemendikdasmen tengah mengajukan target revitalisasi tambahan sesuai janji Presiden Prabowo Subianto.
Program ini menandai upaya berkelanjutan pemerintah untuk memperkuat infrastruktur pendidikan, memastikan siswa SMK memiliki fasilitas praktik yang memadai dan siap menghadapi tuntutan industri. Dengan langkah-langkah tersebut, harapan besar terletak pada peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan vokasi di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor
Nadiem Anwar Makarim Tolak Tuduhan Korupsi Chromebook
Nadiem Anwar Makariem Bela Korupsi Chromebook di Pengadilan
Strip Tes Minyak Babi: Alat Praktis Deteksi Halal Rutin
Nadiem Anwar Makarim Bebas Tuntutan Pengadaan Chromebook
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
