Solo Sambut 59 Biksu Thudong Menuju Borobudur Pernah Pertama

Lia N. · 2 min baca · 12 hari lalu · 45 dibaca
Bisik.id
Solo Sambut 59 Biksu Thudong Menuju Borobudur Pernah Pertama

Gambar atau konten salah?

Solo sedang menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut puluhan biksu yang sedang melakukan perjalanan spiritual, atau thudong, menuju Candi Borobudur. Pada tahun ini, alur perjalanan mereka berbeda dari tahun lalu yang melewati Pantai Utara (Pantura). Kali ini, para biksu akan melintasi Kota Bengawan.

Juru Bicara Panitia Waisak Kota Solo, Pandita Mettasiri Sutrisno, mengungkapkan bahwa rombongan Biksu Thudong dijadwalkan tiba di Solo pada 23 Mei 2026 sore. Ia menambahkan, “Betul, baru pertama kali lewat Solo. Biasanya memang lewat Pantura, tapi tahun ini lewat sini.”

Perubahan rute ini didorong oleh banyak permintaan dari umat Buddha di jalur selatan. Sutrisno menjelaskan, perjalanan spiritual ini sudah dimulai sejak 7 Mei 2026 dari Pulau Bali, melintasi Jawa Timur, Sragen, dan diperkirakan akan masuk ke Solo pada akhir pekan ini. Ia menuturkan, “Awalnya kan dimulai tanggal 7 Mei sudah mulai dari Bali toh sebetulnya. Dari Bali kemudian nanti diperkirakan tanggal 23 itu sampai sini lewat Jawa Timur, seperti itu prosesnya. Saat ini baru sampai Ngawi.”

Rencana kedatangan Biksu Thudong di Vihara Dhamma Sundara, Pucangsawit, Jebres pada 23 Mei 2026 sore, akan diikuti dengan prosesi basuh kaki dan puja. “Lalu para biksu bertolak ke Pura Mangkunegaran untuk bertemu dan menerima ucapan selamat datang langsung KGPAA Mangkunegara X,” jelasnya.

Setelah Pura Mangkunegaran, rombongan akan berpindah ke Rumah Dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung. Selanjutnya, mereka akan mengikuti kirab Waisak menuju Balai Kota Solo. Kirab dimulai dari Loji Gandrung menuju Balai Kota, di mana para biksu akan mengikuti prosesi sakral memandikan Rupang (patung) Siddhartha Gautama.

Jumlah peserta dalam rombongan kali ini mencapai 59 orang. Terdiri dari 55 Biksu Thudong, 2 Bhante (biksu) dalam negeri, dan 2 Samanera. “Biksu Thudong-nya itu 55, tapi nanti ada Bhante yang dari dalam negeri itu 2, kemudian ada Samanera 2,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan keagamaan pada hari Minggu, 24 Mei 2026, dimulai sejak pagi. Pada jam 06.30 WIB akan diadakan makan pagi, lalu pada jam 07.00 tepat akan ada acara Sanghadana. Dalam Sanghadana, umat mempersembahkan dana kepada para biksu. “Kira-kira jam 09.00-an WIB nanti baru acara pelepasan resmi dari Balai Kota oleh Pak Wali,” ujarnya.

Setelah dilepas secara resmi dari Balai Kota Solo, rombongan Biksu Thudong akan melanjutkan perjalanan long march menuju Candi Borobudur melalui Kabupaten Klaten. Untuk memastikan kelancaran jalan kaki para biksu, pihak keamanan akan melakukan pengawalan ketat, terutama di jalur-jalur utama yang padat kendaraan. Rute akan melintasi Jalan Slamet Riyadi dengan pengawalan ketat menuju underpass Purwosari, kemudian mengambil arah kiri. Selanjutnya, mereka akan melewati Jalan Raya Solo‑Yogyakarta (jalur utama) melewati Pos Kartasura, melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Klaten, dan dijadwalkan berhenti di Vihara Bodhivamsa, Klaten. Setelah Klaten, perjalanan akan diteruskan menuju Yogyakarta, Muntilan, Magelang, hingga akhirnya tiba di titik akhir perayaan Waisak di Candi Borobudur.

Perjalanan thudong ini menandai kehadiran komunitas Buddha di Solo, sekaligus memperkuat hubungan antaragama di wilayah Jawa Tengah. Dengan persiapan yang matang, Solo siap menjadi titik pertemuan spiritual bagi para biksu yang menapaki jejak keagamaan menuju salah satu situs warisan dunia.

ThudongSoloCandi BorobudurWaisakPanturaKota BengawanPura Mangkunegaran

Komentar

Memuat komentar...