Sopir DoorDash Tolak Pencarian Tarian, Dihukum Bintang Satu
Gambar atau konten salah?
Seorang sopir pengantar makanan DoorDash, yang berusia 30 tahun, mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan melalui postingan di Reddit. Ia menjelaskan bahwa pelanggan yang memesan makanan McDonald’s mengajukan permintaan yang tidak biasa sebelum menegaskan tidak akan menerima tip tambahan.
Pelanggan tersebut meminta sopir meninggalkan pesanan di pintu rumah. Namun, instruksi tidak berhenti di situ. Pelanggan meminta sopir menari Macarena selama sepuluh detik untuk mendapatkan tip sebesar 3 USD (Rp 50.982). Driver menolak, menegaskan bahwa ia bukan penari dan tidak akan menari hanya demi uang tambahan.
Dalam responsnya, driver menulis, “Anda bisa menyimpan uang 3 USD (Rp 50.982) Anda,” dan menambahkan, “Saya tidak perlu direkam dan diunggah ke internet demi 3 USD (Rp 50.982).” Ia menegaskan bahwa sopir tidak harus menampilkan pertunjukan hiburan bagi pelanggan.
Setelah penolakan, pelanggan yang masih anak-anak berlari ke jendela dan tampak marah. Driver menyatakan bahwa orang dewasa di balik pesan tersebut tampak seperti sedang memegang ponsel dengan santai, seolah-olah hanya mengarahkan ponsel ke arah driver. Ia menambahkan bahwa ia tidak ingin dihukum karena menolak permintaan yang tidak masuk akal.
Penolakan tersebut berakibat pada penilaian bintang satu bagi driver. Penilaian rendah dapat menurunkan performa akun, mengurangi jumlah orderan, dan meningkatkan risiko sanksi suspensi atau pemutusan kemitraan. Driver menegaskan bahwa ia tidak seharusnya dihukum karena menolak permintaan pelanggan.
Postingan ini memicu reaksi beragam di Reddit. Beberapa netizen mengkritik perilaku anak-anak, menyatakan, “Orang-orang ini berpikir hanya karena mereka punya uang, mereka berhak seenaknya dengan orang lain.” Sementara netizen lain menggelitik, “Ya ampun, $3 sih tidak masalah… Tapi kalau $20 mungkin saya akan mempertimbangkan lagi.” Driver merespons dengan mengatakan, “Saya sempat berpikir untuk mengirim pesan dan menyuruh mereka menambahkan angka nol.”
Peristiwa ini menyoroti ketegangan yang sering muncul antara sopir ojek online dan pelanggan. Meskipun aplikasi pesan antar makanan memberi kemudahan bagi konsumen dan pendapatan bagi sopir, interaksi yang tidak sopan atau permintaan tidak masuk akal dapat menimbulkan stres bagi pengantar. Penilaian yang rendah, seperti satu bintang, dapat berdampak signifikan pada karier sopir, memperingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dalam situasi sulit.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
Makanan Ular di Asia: Sup Hong Kong, Sate Indonesia, dan Lagi
Han Lewat 25 Tahun di KFC, Buka Warung Ayam Mantan KFC
Zushiku: Sushi Grab‑n‑Go Menyajikan Rasa Autentik di Jakarta
Bump: Kue Protein Sehat 170 Kalori dari Montreal Fitness
Berita Terbaru
Lirik Lagu Timur: Rindu dan Harapan di Jarak Jauh Menyusuri
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
