SpaceX Hilang Kontak Satelit Starlink 34343 di Orbit Rendah
Gambar atau konten salah?
SpaceX kehilangan kontak dengan satelit Starlink 34343 pada 29 March 2024. Anomali terjadi di ketinggian sekitar 560 km di atas Bumi, di wilayah orbit rendah Bumi yang dipenuhi lebih dari 24.000 objek, termasuk 10.000 satelit Starlink dan puing‑puing lainnya.
Karena ketinggiannya cukup rendah, SpaceX menegaskan bahwa puing‑puing satelit tersebut tidak mengancam International Space Station atau rencana peluncuran misi Artemis II. Kejadian ini juga tidak akan memengaruhi penerbangan misi Transporter‑16 yang akan diluncurkan.
SpaceX menulis di X pada 2 April 2026: “Analisis terbaru menunjukkan bahwa kejadian tersebut tidak menimbulkan risiko bagi @Space_Station, awaknya, atau peluncuran misi Artemis II NASA yang akan datang,”. Selanjutnya, perusahaan menyatakan, “Kami akan terus memantau satelit beserta puing‑puing yang dapat dilacak dan berkoordinasi dengan @NASA dan @USSpaceForce.”
Setelah anomali, LeoLabs, perusahaan pelacakan satelit di orbit rendah Bumi, mendeteksi belasan objek di sekitar satelit Starlink 34343. Satelit dan puing‑puingnya kemungkinan akan terbakar di atmosfer dalam beberapa pekan ke depan.
SpaceX sedang berupaya mengidentifikasi penyebab anomali tersebut. Insiden serupa terjadi pada 17 December 2025 ketika mereka kehilangan komunikasi dengan satelit lain yang diduga meledak. Insiden itu terjadi beberapa minggu setelah rangkaian satelit Starlink hampir menabrak satelit China.
LeoLabs meyakini kedua anomali ini kemungkinan disebabkan oleh sumber energi internal, bukan tabrakan dengan puing‑puing atau objek antariksa lainnya. Faktor eksternal dianggap sangat kecil.
Beberapa bulan sebelum kejadian ini, SpaceX meminta persetujuan dari Federal Communications Commission (FCC) untuk meluncurkan satu juta satelit guna mendirikan pusat data AI di orbit.
Peristiwa ini menyoroti tantangan dalam mengelola kepadatan orbit rendah Bumi, di mana sejumlah besar satelit dan puing memerlukan pemantauan terus‑terusan. Meskipun tidak menimbulkan risiko langsung bagi misi luar angkasa utama, kejadian ini mengingatkan pentingnya koordinasi antara operator satelit, badan antariksa, dan lembaga pelacakan orbit untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan operasi di ruang angkasa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Raffi Ahmad: Deepfake Merusak Reputasi, Panggil Waspada
GPOS Lite: Digitalisasi Apotek dengan Dukungan Lapangan
Lazada Luncurkan Cicilan 0% untuk Elektronik Back to School
Telkom Luncurkan AIcosystem Fokus Manfaat dan Kontrol
Samsung Hadapi Tekanan Chipset, Jaga Harga Kompetitif
Raffi Ahmad Dorong AI di Telkom Hub Jakarta: Jangan Takut
Berita Terbaru
Rumor Nafkah Anak Rp500 Ribu Ditolak, Tuntutan Rp25 Juta
Surabaya Cerah Hari Ini, Suhu 26‑32°C, Waspada Panas
Herdman Pilih Ferarri Meski Cakupan Ringan Berdasarkan Profil
5 Juni 2026: Hari Baik untuk Kegiatan Adat dan Ritual Bali
Piala Dunia 2026: 48 Tim, 3 Tuan Rumah, Estadio Azteca
Sabar & Reza Raih Perempatfinal Indonesia Open di Istora
Jadwal Sholat Surabaya 5 Juni 2026: Mulai Imsak 04.05 WIB
Jonatan Christie Batalkan Alwi Farhan, Raih Papan Indonesia
Jadwal Salat Denpasar 05 Juni 2026: Subuh, Zuhur, Asar
Jakarta Menang di Short Course, Ade Jona Cita Olimpiade
