SPBU Nelayan Gampong Ujung Pulo Resmi Dibuka, 8.000 Liter Solar

Lina F. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
SPBU Nelayan Gampong Ujung Pulo Resmi Dibuka, 8.000 Liter Solar

Gambar atau konten salah?

SPBU Nelayan di Gampong Ujung Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, resmi dibuka pada 28 April 2026 oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kesejahteraan nelayan di pesisir Indonesia.

Ferry menyatakan, “Ini dalam rangka untuk bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan yang tinggal di pesisir pantai di seluruh Indonesia.” Ia menekankan bahwa fasilitas ini akan memudahkan nelayan mengakses BBM bersubsidi yang dibutuhkan untuk perjalanan melaut.

SPBU ini merupakan SPBUN ke-9 yang dikelola oleh Koperasi Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Kapasitasnya mencapai 8.000 liter solar bersubsidi, yang diharapkan dapat melayani ribuan nelayan sekaligus.

Ferry menambahkan, “Kapasitasnya ini 8.000 liter dan ini sudah 9 kali kita meresmikan SPBU solar nelayan. Ini merupakan terobosan yang kami lakukan bersama Kementerian Koperasi, Kementerian Kelautan Perikanan, BPH Migas, yang terutama juga dari PT Pertamina Patra Niaga, untuk memberikan fasilitas penyediaan solar subsidi untuk nelayan yang nantinya akan dipergunakan untuk melaut.” Ia menegaskan kolaborasi lintas lembaga sebagai kunci keberhasilan proyek ini.

Ferry juga mengaitkan pembangunan SPBUN dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap bahwa fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat pesisir, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain itu, Ferry mengumumkan bahwa setiap desa akan memiliki koperasi yang bertugas mendistribusikan kebutuhan pokok kepada warga. Ia menambahkan, “Kehadiran negara Insyaallah akan bisa merubah tatanan ekonomi yang ada di sini. Ada juga program-program yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat. Yang pertama adalah program prioritas nasional tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.”

Program tersebut bertujuan agar setiap desa dan kelurahan memiliki badan usaha koperasi yang dapat menyalurkan barang bersubsidi, kebutuhan pokok, serta menampung hasil produksi lokal seperti perkebunan, hortikultura, pertanian, perikanan, peternakan, dan kerajinan.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki sekitar 416 SPBUN. Di Provinsi Aceh sendiri terdapat 14 SPBU Nelayan, dengan 6 di antaranya berada di Aceh Selatan. Ia berharap SPBUN ini menjadi bagian penting dari gerakan ekonomi daerah.

Eko menambahkan, “Kami berharap SPBUN ini menjadi bagian dari pergerakan ekonomi di daerah. Tentu saja nanti akan banyak fasilitas atau bentuk usaha lain yang bisa dikembangkan oleh koperasi.” Ia menegaskan komitmen Pertamina untuk mendistribusikan energi ke seluruh wilayah, termasuk pelosok.

Menjelaskan lebih lanjut, Eko menyatakan bahwa pada tahun 2026, sesuai arahan Menteri ESDM, SPBU nelayan di Aceh Selatan termasuk salah satu dari lima SPBU nelayan yang menjadi bagian dari BBM 1 Harga. Ia mengutip program Presiden yang bertujuan memastikan semua pelosok negeri mendapatkan BBM bersubsidi, khususnya solar dan pertalite.

Ketua Umum KNTI, Dani Setiawan, menegaskan bahwa SPBU di Bakongan Timur adalah SPBUN ke-9 yang dikelola oleh koperasi. Ia juga mengumumkan bahwa satu SPBUN lagi di Semarang masih dalam proses dan akan segera diresmikan.

Dani berkata, “Kami laporkan ini adalah SPBU ke-9 dari koperasi KNTI. Mudah-mudahan bulan depan kita akan meresmikan juga koperasi SPBUN di Kota Semarang. Ini artinya ada 10 koperasi yang didirikan dan dikelola oleh nelayan tradisional, dikelola oleh perempuan pesisir, dikelola oleh anak-anak muda di daerah pesisir untuk mensejahterakan mereka sendiri, mensejahterakan kita sebagai masyarakat pesisir dan nelayan tradisional di Indonesia.” Ia mengekspresikan kebahagiaan atas keberhasilan proyek ini.

Dani menyoroti manfaat SPBUN bagi nelayan, khususnya di Aceh Selatan. Ia menjelaskan bahwa SPBU ini tidak hanya memudahkan nelayan mendapatkan BBM bersubsidi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kapasitas dan diversifikasi usaha koperasi sesuai mandat Presiden.

“Apa yang diimpikan oleh nelayan‑nelayan di Aceh Selatan, yaitu akses terhadap BBM bersubsidi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan kecil dan tradisional. SPBU ini bukan saja menjadikan nelayan lebih mudah mendapatkan BBM bersubsidi, tapi mudah‑mudahan berikutnya ada peningkatan‑peningkatan kapasitas, ada peningkatan‑peningkatan lini usaha koperasi sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo, menjadi tulang punggung dari kemandirian ekonomi rakyat yang ada di Indonesia ini,” jelasnya.

Di acara peresmian hadir Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi sekaligus Komisaris Pertamina Patra Niaga Panel Barus, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, serta Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi.

Dengan hadirnya para pejabat tinggi, acara peresmian menegaskan komitmen pemerintah pusat dan swasta dalam mendukung program SPBU Nelayan. Fasilitas ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengimplementasikan model serupa, sehingga nelayan di seluruh Indonesia dapat memperoleh BBM bersubsidi dengan mudah dan terjangkau.

SPBU NelayanBBM bersubsidiKoperasi Nelayan TradisionalAceh SelatanKesejahteraan NelayanPertamina Patra NiagaProgram BBM 1 Harga

Komentar

Memuat komentar...