SPMB 2026 Jawa Barat: Sekolah Maung Tanpa Zonasi, Prestasi

Fandi R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 171 dibaca
Bisik.id
SPMB 2026 Jawa Barat: Sekolah Maung Tanpa Zonasi, Prestasi

Gambar atau konten salah?

Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Barat akan dimulai dengan pembukaan Sekolah Maung. Program ini tidak menggunakan sistem zonasi.

Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mengumumkan pendaftaran Sekolah Maung akan berlangsung pada 25 Mei 2026 hingga 29 Mei 2026 dengan daya tampung sebanyak 21 ribu siswa baru.

“Tanggal 18 ini kita memulai dibukanya sosialisasi secara resmi tentang SPMB yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat yang kita mulai dari nanti pada tanggal 25 sampai 29 Mei kita akan membuka SPMB Sekolah Maung,” kata Kepala Disdik Jabar, Purwanto, Senin (18 Mei 2026). Sosialisasi ini bertujuan memberi informasi kepada calon siswa dan orang tua tentang proses pendaftaran.

“Sekolah yang telah ditetapkan oleh Pak Gubernur sebanyak 28 SMA Negeri di Jawa Barat kemudian ada 13 SMK negeri di Jawa barat,” ujarnya. Jumlah sekolah ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan unggulan.

“Ini nanti tidak menggunakan lagi sistem zonasi. Sekolah Maung ini adalah sekolah yang hanya menggunakan jalur prestasi baik itu prestasi akademik maupun non akademik. Jadi mohon maaf nanti yang zonasi itu di Sekolah Maung ini tidak ada lagi sistem zonasi,” tegasnya. Keputusan ini menandai perubahan kebijakan dalam seleksi siswa.

“Sekolah Maung ini khusus menggunakan jalur prestasi baik akademik maupun non akademik, yang akademiknya nanti bisa menggunakan jalur potensi akademik dan kemampuan akademik dan cerdas bakat istimewa,” katanya. Sementara jalur non-akademik memungkinkan siswa mendaftar menggunakan sertifikat prestasi dari berbagai bidang.

“Yang non akademiknya bisa menggunakan sertifikat-sertifikat kejuaraan baik dalam bidang seni olahraga maupun keagamaan dan kepemimpinan,” lanjut Purwanto. Hal ini membuka peluang bagi siswa yang memiliki bakat di luar bidang akademik.

“Mudah-mudahan ini nanti bisa disosialisasikan semuanya ke masyarakat kita, ada 41 totalnya (Sekolah Maung), SMA dan SMK,” pungkasnya. Disdik Jabar berharap masyarakat dapat menerima perubahan ini dan memanfaatkannya.

Dengan pola penerimaan baru ini, Disdik Jabar berharap masyarakat dapat memahami bahwa Sekolah Maung menjadi pusat pendidikan unggulan berbasis prestasi. Proses seleksi hanya mengandalkan jalur akademik dan non-akademik tanpa zonasi, menekankan potensi dan prestasi siswa.

SPMB 2026Sekolah MaungJawa Baratjalur prestasinon-akademiktidak menggunakan zonasipendidikan unggulan

Komentar

Memuat komentar...