SPMB Solo Terdapat Situs Palsu .com, Wali Kota Tidak Sesuai
Gambar atau konten salah?
Website pendaftaran siswa baru (SPMB) untuk SMP di Kota Solo baru saja menimbulkan kebingungan. Di smp.spmbsolo.com, halaman beranda menampilkan dua foto laki‑laki yang diberi label “Wali Kota” dan “Wakil Wali Kota”. Namun, nama yang tertera tidak sesuai dengan pejabat Kota Solo. Foto yang dipakai ternyata berasal dari Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Makarius Anwar.
“Kemarin itu ada dapat laporan aduan. Setiap kali dia mencari SPMB Solo, diarahkannya ke alamatnya SMP dot. Nah, iya. Pokoknya nek pakai akhiran .com, kuwi dipastikan SPMB scamming, palsu. Karena kita hanya menggunakan domain resmi pemerintah itu selalu diakhiri surakarta.go.id,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Dwi Ariyatno, saat dihubungi awak media, Jumat (5/6/2026).
Menurut Dwi, pendaftaran resmi SPMB di Kota Solo hanya dapat diakses melalui domain pemerintah yang berakhiran surakarta.go.id. Domain .com tidak pernah digunakan untuk portal resmi. Apabila situs menampilkan domain .com, maka situs tersebut dianggap tidak sah dan berpotensi melakukan skimming.
“Kemarin itu saya dapat laporan aduan dari masyarakat. Ada upaya skimming, seakan-akan web‑nya itu membuka pendaftaran dengan menyertakan biaya tertentu,” ucapnya.
Skimming di sini berarti situs menipu pengguna dengan meminta pembayaran sebelum proses pendaftaran selesai. Sistem resmi tidak mengenakan biaya apapun. Pengguna yang terjebak seringkali harus mengirimkan uang melalui transfer atau dompet digital, yang kemudian tidak pernah dikembalikan.
“Itu selalu, selalu alamatnya itu. Kalau tidak menggunakan alamat itu terkait dengan SPMB, kita pastikan fiktif, skimming. Nah, itu beberapa kali. Termasuk kemarin gangguan di web itu juga terindikasinya ada upaya untuk mengambil alih web kita itu. Jadi, ya sementara ini informasi kita kalau ada gangguan pasti nanti akan kita informasikan,” terangnya.
Gangguan tersebut meliputi upaya memindahkan server situs resmi ke alamat yang tidak sah. Dwi menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak Kominfo sudah dilakukan untuk menindaklanjuti kasus ini.
“Mereka kebetulan ragu karena tampilannya tidak sesuai. Gambarnya kan bukan gambarnya Pak Wali, tapi menggunakan gambar Wali Kota yang lama. Karena ragu, mereka lalu konfirmasi ke Dinas Pendidikan dengan mengirimkan bukti screenshot,” jelasnya.
Pengguna yang menemukan perbedaan visual biasanya mengirimkan tangkapan layar ke Dinas Pendidikan. Sejumlah warga melaporkan bahwa foto yang dipakai tidak mencerminkan pejabat Kota Solo yang sebenarnya.
“Kurang lebih ada 5 orang yang bertanya ke saya, sampai kondisi saat ini apakah datanya itu digunakan untuk tindak kejahatan atau mungkin ada kerugian, itu saya belum dapat laporan,” bebernya.
Dalam laporan tersebut, disebutkan 5 Wali Murid yang menghubungi Dinas Pendidikan. Meskipun belum ada bukti kerugian, pihak dinas tetap waspada terhadap potensi pencurian data.
“Pokoknya kalau menggunakan akhiran .com, itu dipastikan SPMB skimming atau palsu. Karena kita hanya menggunakan domain resmi pemerintah, yaitu selalu diakhiri surakarta.go.id,” tegas Dwi.
Untuk memudahkan calon peserta, portal resmi SPMB dapat diakses langsung di spmb.surakarta.go.id. Semua pendaftaran dilakukan melalui situs ini tanpa biaya tambahan.
Dinas Pendidikan Kota Solo telah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menindaklanjuti situs ilegal tersebut. Upaya pengambilalihan situs juga diidentifikasi sebagai bagian dari serangan siber.
“Kemarin sempat ada gangguan di web kita, terindikasi ada upaya untuk mengambil alih. Kami laporkan ke Kominfo karena ada penyalahgunaan momentum SPMB ini oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk memanipulasi informasi,” pungkasnya.
Kesadaran masyarakat tentang pentingnya memeriksa domain dan memverifikasi situs resmi menjadi kunci untuk menghindari penipuan. Dengan mengikuti link resmi dan menghindari domain .com, risiko skimming dapat diminimalkan. Pihak dinas terus memantau dan menindak situs-situs yang menyesatkan, menjaga integritas proses pendaftaran siswa baru di Kota Solo.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Sabar-Reza Kalahkan China, Raih Semifinal Indonesia Open 2026
Huntara Hancur Akibat Angin Kencang di Langkahan, Aceh Utara
OJK: Rupiah Lelemah, CAR 23,97% Solid, Dampak Terkendali
Pemerintah Tetapkan Penempatan DHE SDA melalui Bank BUMN
Karhutla 4 Juni: Dua Titik Kebakaran 4 Ha di Sumsel
Kebakaran Hutan di Kalimantan Tertangkap, 3 Warga Kena Sakit
