Stasiun Bandung Lebaran 2026: 22.000 Penumpang Berangkat
Gambar atau konten salah?
Di hari kedua Lebaran 2026, Stasiun Bandung tetap sibuk. Penumpang berangkat maupun datang masih banyak, menandakan mobilitas tinggi selama libur panjang Idul Fitri. Banyak juga yang memanfaatkan waktu libur untuk berwisata.
Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan pada Minggu (22 Maret 2026) siang bahwa jumlah penumpang masih cukup tinggi. Tercatat ada lebih dari 22.000 penumpang kereta yang berangkat dari stasiun di wilayah Daop 2 Bandung.
“Penumpang berangkat hari ini dari Stasiun Bandung sebanyak 6.712 orang, sementara dari Kiaracondong 4.634 orang. Total hari ini dari seluruh stasiun di Daop 2 Bandung mencapai 22.936 penumpang,” ujarnya.
Untuk penumpang yang datang, jumlahnya bahkan lebih tinggi. “Penumpang datang hari ini di Stasiun Bandung tercatat 7.362 orang dan di Kiaracondong 4.236 orang. Total penumpang datang di wilayah Daop 2 Bandung mencapai 24.385 orang,” kata Kuswardojo.
Angka tinggi ini menunjukkan pergerakan masyarakat masih terus berlangsung, baik untuk kembali ke kota maupun melanjutkan perjalanan ke daerah wisata. Tingkat keterisian kursi kereta api juga hampir penuh selama periode angkutan Lebaran. Kuswardojo menyebut, di masa angkutan mudik Lebaran, tingkat okupansi kereta api sudah mencapai 94 persen.
“Komulatif per hari ini untuk periode 11 Maret 2026 sampai 1 April 2026, ada 325.179 tiket terjual dengan okupansi mencapai 94 persen dari total 345.840 tempat duduk yang disediakan,” jelasnya.
Di sisi lain, Kuswardojo menjelaskan aturan barang bawaan. Setiap penumpang hanya dibolehkan membawa 4 koli barang dengan berat maksimal yang telah ditentukan. “KAI Daop 2 Bandung mengingatkan bahwa barang bawaan yang diperbolehkan ke dalam kabin kereta yaitu berukuran maksimal 70 cm x 48 cm x 30 cm (100 dm³), dengan berat maksimal 20 kilogram, serta jumlah maksimal 4 koli per penumpang,” tegasnya.
Dengan kapasitas penuh dan aturan ketat, perjalanan Lebaran di Bandung tetap teratur namun tetap ramai. Penumpang diharapkan mematuhi batasan barang bawaan agar perjalanan berjalan lancar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
