Steam Deck OLED Kembali, Harga Naik Jadi Rp14 Juta di Pasar

Nita W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 98 dibaca
Bisik.id
Steam Deck OLED Kembali, Harga Naik Jadi Rp14 Juta di Pasar

Gambar atau konten salah?

Steam Deck OLED kembali tersedia di pasaran setelah stoknya habis sejak 1 Februari 2026. Namun, konsol genggam ini kini dibanderol dengan harga yang lebih tinggi.

Valve mengumumkan harga baru untuk varian paling rendah, yaitu Steam Deck OLED berkapasitas penyimpanan 512 GB. Pada awalnya, konsol ini dijual seharga USD 549 (sekitar Rp 9,8 juta). Kini, harganya naik menjadi USD 789 (sekitar Rp 14 juta).

Varian dengan penyimpanan 1 TB, yang sebelumnya dijual seharga USD 649 (Rp 11,6 juta), kini dipasarkan dengan harga USD 949 (Rp 16,9 juta). Valve menegaskan bahwa kenaikan ini mencerminkan kondisi terkini harga komponen dan tantangan logistik global di seluruh industri, seperti dikutip dari IGN pada 29 Mei 2026.

Harga konsol rekondisi juga mengalami kenaikan. Steam Deck OLED rekondisi berkapasitas 512 GB kini dijual seharga USD 629, sedangkan varian 1 TB berada di USD 759. Sebaliknya, Steam Deck LCD rekondisi tetap stabil, dengan harga mulai dari USD 279 untuk varian 64 GB.

Harga konsol yang sudah berusia tiga tahun biasanya turun, namun krisis memori global justru menyebabkan kenaikan harga bagi banyak perangkat elektronik. Valve bukan satu-satunya produsen yang menaikkan harga; Xbox, PlayStation, dan Nintendo juga melakukan penyesuaian. Namun, kenaikan harga Steam Deck OLED masih menjadi yang terbesar.

Contohnya, PlayStation 5 reguler kini lebih mahal antara USD 150 hingga USD 200 dibandingkan harga peluncuran pada 2020. Nintendo Switch 2, yang belum setahun sejak diluncurkan, sudah mengalami kenaikan sekitar USD 50.

Reaksi para gamer beragam. Beberapa merasa cemas menunggu kehadiran Steam Machine, yang belum diumumkan harganya dan dijadwalkan meluncur tahun ini. Ada kekhawatiran bahwa harga Steam Machine akan lebih tinggi dibandingkan PC.

Secara keseluruhan, kenaikan harga Steam Deck OLED menyoroti dampak krisis memori dan logistik pada industri konsol. Meskipun harga naik, konsumen masih dapat memilih varian yang lebih ekonomis, seperti Steam Deck LCD rekondisi, yang tetap terjangkau.

Dengan perubahan ini, para penggemar konsol harus menimbang antara keinginan memiliki teknologi terbaru dan keterbatasan anggaran. Harga yang lebih tinggi menuntut pertimbangan lebih matang dalam memilih perangkat.

Steam Deck OLEDValveharga konsolkrisis memorilogistik globalkonsol genggamXboxPlayStation

Komentar

Memuat komentar...