Stok Beras Bulog Bandung, Rajiv Panggil Penyaluran Cepat

Kartika D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Stok Beras Bulog Bandung, Rajiv Panggil Penyaluran Cepat

Gambar atau konten salah?

Di wilayah kerja Bulog Cabang Bandung, stok beras mencapai 29.754 ton dan masih dalam kondisi melimpah. Namun, kelebihan ini menimbulkan risiko kerusakan mutu jika tidak segera didistribusikan.

Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia memuji tata kelola penyimpanan di tiga gudang utama—Cimahi, Cisaranten Kidul, dan Paseh Sumedang—tetapi menekankan pentingnya penyaluran cepat agar beras tidak rusak.

“Penyimpanannya bagus, tapi saya cemas dengan penyerapan yang tinggi, jika tidak diimbangi dengan penyaluran atau distribusi yang cepat bisa merusak mutu beras yang disimpan di tiga Gudang bulog ini,” ujar Rajiv pada 08 Mei 2026.

Menurut Rajiv, stok yang melimpah dan kapasitas gudang yang terbatas harus diimbangi dengan pengelolaan distribusi yang tepat, cepat, dan terukur. Hal ini bertujuan agar beras tidak menumpuk di gudang.

Ia menampilkan data stok di masing‑masing lokasi: 10.654 ton di Cisaranten Kidul, 10.100 ton di Cimahi, dan 9.000 ton di Paseh Sumedang.

Dengan stok yang hampir melebihi kapasitas, Rajiv mengatakan kondisi pasokan beras medium aman. Namun, ia menegaskan bahwa stok besar harus segera diikuti langkah percepatan distribusi agar manfaatnya dirasakan masyarakat.

Rajiv menyoroti peran Bulog tidak hanya sebagai penyimpan, tetapi juga sebagai distributor beras ketika masyarakat membutuhkan pasokan dengan harga terjangkau. Ia mendorong Bulog untuk memperkuat sistem distribusi melalui beberapa langkah.

Langkah pertama adalah mempercepat penyaluran beras medium ke wilayah yang membutuhkan. Ini dapat dilakukan melalui program bantuan pangan, operasi pasar, maupun Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Langkah kedua menuntut Bulog memastikan prinsip rotasi stok berjalan disiplin. Rajiv menekankan penerapan mekanisme first in, first out agar beras yang masuk lebih dulu dapat disalurkan lebih dulu.

Langkah ketiga adalah pemetaan kebutuhan beras di wilayah Bandung Raya, Kabupaten Bandung, Cimahi, Sumedang, dan daerah sekitarnya. Distribusi harus didasarkan pada kebutuhan riil, bukan hanya ketersediaan stok.

“Jangan sampai stok beras terlihat aman di gudang, tetapi masyarakat masih menghadapi harga tinggi di pasar. Karena itu, data stok harus terhubung dengan data kebutuhan dan harga di lapangan,” kata Rajiv.

Ia juga menyarankan penguatan koordinasi antara Bulog, pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, dinas perdagangan, dan dinas ketahanan pangan. Koordinasi ini penting agar penyaluran beras tepat sasaran, khususnya kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan wilayah yang mengalami tekanan harga.

Rajiv menegaskan bahwa pengawasan kualitas beras juga harus terus diperhatikan. Dengan jumlah stok besar di tiga gudang, pemeriksaan kualitas secara berkala menjadi penting agar beras yang disalurkan tetap layak konsumsi dan sesuai standar.

Secara keseluruhan, peringatan Rajiv menyoroti bahwa meski stok beras melimpah di Bulog Cabang Bandung, distribusi yang cepat dan terukur tetap menjadi kunci untuk menjaga mutu beras dan memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Bulog Cabang Bandungstok beras melimpahpenyaluran cepatkualitas berasdistribusi berasRajivHarga Pangan

Komentar

Memuat komentar...