Stok Serum Anti Bisa Ular RSD Mangusada Rendah, Pasien Terbatas
Gambar atau konten salah?
Di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Badung, persediaan serum anti bisa ular (SABU) masih berada di bawah batas aman. Jumlah vial yang tersedia berfluktuasi setiap hari, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kehabisan stok. Direktur RSD Mangusada, I Wayan Darta, menjelaskan situasinya pada Rabu, 06 Mei 2026.
Saat ini stok serum anti bisa ular yang kami miliki hanya tersisa 11 vial dan jumlahnya berubah-ubah setiap hari. Kondisi tersebut memang belum masuk kategori aman karena jumlahnya masih di bawah rata-rata kebutuhan pemakaian biasanya, kata Darta.
RSD Mangusada mengakui bahwa tantangan terbesar adalah menjaga kontinuitas stok. Keterbatasan pasokan di tingkat distributor sering terjadi, terutama ketika terjadi lonjakan kasus gigitan ular. Darta menambahkan bahwa rumah sakit sudah melakukan pengadaan mandiri untuk mengurangi ketergantungan pada distributor.
Tantangan utamanya memang pada distributor karena barangnya terbatas, apalagi kalau kasus gigitan ular sedang naik. Kami di rumah sakit sebenarnya sudah melakukan pengadaan mandiri untuk menjaga ketersediaan serum ini, jelas Darta.
Serum yang tersedia di RSD Mangusada dapat menanganinya berbagai jenis gigitan ular, mulai dari kobra, ular belang, hingga ular tanah. Serum ini mampu mengatasi efek bisa yang melumpuhkan saraf maupun yang menyebabkan gangguan perdarahan. Darta menjelaskan prosedur penanganan.
Serum yang ada ini untuk menangani gigitan ular kobra, ular belang sampai ular tanah yang memang umum ditemukan di Indonesia. Kami melihat dahulu efek bisanya seperti apa, apakah ada tanda sistemik seperti penurunan kesadaran, perdarahan, atau bengkak yang meluas cepat, terang Darta.
Biaya pengobatan tidak menjadi beban bagi masyarakat. Serum yang harganya tinggi sudah masuk dalam skema penjaminan kesehatan. RSD Mangusada menegaskan tidak akan membedakan identitas kewilayahan bagi pasien yang membutuhkan penanganan darurat.
Meskipun harga serum ini mahal, tetapi masyarakat bisa menggunakan BPJS Kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Kami melayani semua pasien tanpa memandang asal daerah atau KTP, jadi rujukan dari luar wilayah pun tetap kami tangani, tegas Darta.
Koordinasi rujukan juga dijaga agar lancar. RSD Mangusada bekerja sama dengan puskesmas dan rumah sakit swasta. Jika pasien memerlukan penanganan lebih spesifik yang melampaui kapasitas rumah sakit, mereka akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah, Denpasar.
Kalau memang pasien butuh perawatan lanjut yang lebih spesifik, kami akan koordinasikan untuk dirujuk ke RSUP Ngoerah. Untuk rujukan dari RS swasta, kami minta koordinasi dahulu dengan dokter spesialis kami agar penanganannya tepat sesuai kapasitas yang ada, jelas Darta.
RSD Mangusada tetap berupaya memastikan ketersediaan serum anti bisa ular, meski tantangan pasokan masih ada. Dengan sistem penjaminan kesehatan dan koordinasi rujukan yang baik, rumah sakit berusaha memberikan layanan yang merata bagi semua pasien, terlepas dari latar belakang wilayah atau identitas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Badung Bangun Tempat Penampungan Sampah B3 di Mengwitani
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa
Berita Terbaru
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
