Suara Halusinasi Bantu Temukan Tumor Otak Besar di London

Surya B. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Suara Halusinasi Bantu Temukan Tumor Otak Besar di London

Gambar atau konten salah?

Di Inggris, seorang wanita yang sehat pada tahun 1984 mendengar suara-suara aneh yang tidak pernah ia dengar sebelumnya. Suara itu muncul tiba‑tiba, membuatnya takut dan mengganggu kesehatan mentalnya.

Setelah mengalami ketakutan yang tidak biasa, ia memutuskan mencari bantuan. Ia menemui konsultan psikiater Ikechukwu Obialo Azuonye, yang kemudian menanganinya secara intensif.

Kasus ini akhirnya dipublikasikan di jurnal medis BMJ pada tahun 1997, menandai pentingnya catatan medis tentang pengalaman aneh ini.

Suara pertama yang didengar bersifat sangat spesifik. Ia mengucapkan, "tolong jangan takut", dan pesan lain yang lebih panjang: "Saya tahu pasti mengejutkan bagi Anda mendengar saya berbicara kepada Anda seperti ini, tetapi ini adalah cara termudah yang dapat saya pikirkan. Saya dan teman saya dulu bekerja di Rumah Sakit Anak, Great Ormond Street, Inggris, dan kami ingin membantu Anda,".

Diagnosa awal adalah psikosis halusinasi fungsional. Ia juga menerima konseling dan resep thioridazine, obat antipsikotik yang biasa dipakai untuk skizofrenia dan kondisi serupa.

Setelah beberapa waktu, suara-suara itu menghilang. Ia sempat berlibur, merasa lega, namun ketidakpastian masih tetap ada.

Suara kembali muncul ketika ia berada di luar negeri. Mereka memintanya segera pulang ke Inggris, menegaskan bahwa ada sesuatu yang salah pada dirinya.

Selain itu, suara memberikan sebuah alamat. Pasien mulai mempercayai pesan itu karena beberapa informasi sebelumnya terbukti benar.

Suaminya mengantarnya ke alamat tersebut, yang ternyata adalah departemen CT‑scan di sebuah rumah sakit besar di London.

Di sana, suara mengklaim bahwa pasien memiliki dua masalah: tumor otak dan peradangan batang otak. Kondisi ini menambah tekanan pada pasien, sehingga dokter setuju melakukan pemeriksaan otak.

Hasilnya mengejutkan. Terdeteksi massa yang sesuai dengan meningioma besar. Meskipun tidak ada gejala khas seperti sakit kepala atau gangguan penglihatan, dokter menyarankan operasi sebagai langkah terbaik.

Setelah operasi, pasien hanya mendengar satu pesan terakhir dari suara tersebut: "kami senang telah membantu Anda, selamat tinggal".

Menurut Azuonye, "Sudah diketahui bahwa lesi intraknial dapat dikaitkan dengan gejala kejiwaan. Tetapi, ini adalah kasus pertama dan satu‑satu yang pernah saya temui di mana suara‑suara halusinasi berusaha meyakinkan pasien tentang niat tulus mereka terhadap kesejahteraannya, menawarkan diagnosis spesifik (tidak ada tanda klinis yang akan membuat siapa pun waspada terhadap tumor tersebut)," ia menjelaskan.

Ia menambahkan, "Itu mengarahkannya ke jenis rumah sakit yang paling siap untuk menangani masalahnya, menyatakan kegembiraan bahwa ia akhirnya menerima perawatan yang mereka inginkan untuknya, mengucapkan selamat tinggal, dan kemudian menghilang,".

Penjelasan yang paling masuk akal adalah kemungkinan pasien secara bawah sadar menyadari adanya tumor tersebut. Dalam ukuran seperti itu, tumor biasanya menimbulkan ketidaknyamanan, sehingga suara‑suara tersebut diduga merupakan manifestasi halusinasi dari kekhawatiran pasien sendiri, yang kemudian menghilang setelah tumor diangkat.

Kasus ini menunjukkan bagaimana gejala kejiwaan dapat terkait dengan kondisi medis yang tidak terdeteksi pada awalnya. Meskipun suara‑suara aneh tampak menakutkan, mereka akhirnya membantu menemukan dan mengobati tumor otak yang berbahaya.

Halusinasi suaraTumor otakMeningiomaPsikiaterThioridazineDiagnosis psikosis fungsionalOperasi otakBMJ

Komentar

Memuat komentar...