Sugiono Menguat Jadi Ketua PB IPSI 2026-2030, Fokus Pencak

Fitri A. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Sugiono Menguat Jadi Ketua PB IPSI 2026-2030, Fokus Pencak

Gambar atau konten salah?

Sugiono Menguat, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026‑2030. Penunjukan ini menandai kelanjutan kepemimpinan yang sebelumnya dimiliki oleh Prabowo Subianto.

Musyawarah Nasional XVI IPSI akan diselenggarakan di Hotel Sultan Jakarta pada tanggal 9 April 2026 hingga 11 April 2026. Pada acara tersebut, Sugiono Menguat diumumkan sebagai ketua baru PB IPSI.

Abcandra Muhammad Akbar Supratman, Ketua IPSI Sulawesi Tengah, mengungkapkan bahwa banyak pihak menginginkan Sugiono menjadi penerus Prabowo. Ia menulis, “Banyak pihak yang menginginkan mas Sugiono untuk jadi penerus bapak Prabowo. Mengingat kesibukan beliau saat ini sebagai Presiden,” pada keterangan tertulis tanggal 11 April 2026.

Supratman menambahkan bahwa Sugiono dipandang memiliki perhatian besar terhadap kemajuan IPSI dan dunia pencak silat agar terus berkembang. Ia menekankan bahwa Sugiono memiliki visi untuk memperkuat organisasi ini.

Dalam pernyataan resmi, IPSI menegaskan ambisi besar untuk membawa pencak silat ke panggung dunia, termasuk ke Olimpiade. Pemerintah, melalui diplomasi budaya, berkomitmen untuk terus mempromosikan pencak silat di tingkat internasional.

Bambang Haryo Soekartono, Ketua Pengurus Provinsi IPSI Jawa Timur, menyatakan bahwa Sugiono layak melanjutkan kepemimpinan. Ia menulis, “Mas Sugiono saya pikir sangat layak, hal ini melihat kesibukan Pak Prabowo jadi presiden saat ini,” menegaskan dukungannya.

Dengan penunjukan ini, IPSI berharap dapat memperkuat posisi pencak silat di kancah global, sambil memanfaatkan jaringan diplomasi budaya yang luas. Sugiono Menguat akan memimpin organisasi ini dalam periode 2026‑2030, menyesuaikan tantangan dan peluang yang akan datang.

Sugiono MenguatPB IPSIPencak SilatPrabowo SubiantoOlimpiadeDiplomasi BudayaMusyawarah Nasional

Komentar

Memuat komentar...