Suhu Tinggi 2026: Matahari Melintasi Ekuator, Panas Memuncak

Bayu K. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Suhu Tinggi 2026: Matahari Melintasi Ekuator, Panas Memuncak

Gambar atau konten salah?

Para warga Indonesia melaporkan cuaca yang terasa sangat panas belakangan ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa suhu memang tinggi beberapa hari terakhir.

BMKG menjelaskan bahwa penyebabnya adalah gerak semu tahunan matahari. Secara teknis, matahari tampak bergerak dari belahan bumi selatan menuju utara. Pada 21 Maret 2026 hingga 23 Maret 2026, matahari berada tepat di atas garis ekuator, sehingga radiasi sinar matahari yang diterima bumi mencapai puncaknya. Jaraknya hampir tegak lurus di atas kepala manusia.

Menurut BMKG, panas ini merupakan hasil akumulasi faktor astronomi dan meteorologi. Contohnya, tutupan awan sedikit. Kondisi meteorologi saat ini juga mengarah ke musim kemarau. Sekitar 325 Zona Musim (ZOM) atau 46,5 % daerah akan mengalami kemarau lebih awal. 173 ZOM atau 24,7 % memulai kemarau dalam waktu normal, sementara 72 ZOM atau 10,3 % mengalami kemarau lebih lambat.

BMKG mengingatkan agar masyarakat tidak khawatir berlebihan karena fenomena panas ini wajar. Disarankan untuk minum air putih lebih banyak guna mencegah dehidrasi, memakai sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan UV, memilih pakaian berbahan katun agar dapat menyerap keringat, dan mengurangi aktivitas di siang hari.

Cuaca panas ini merupakan kombinasi gerak matahari dan kondisi meteorologi yang mengarah ke musim kemarau. Dengan penyesuaian perilaku sederhana, masyarakat dapat menghadapi suhu tinggi dengan lebih aman.

cuaca panasBMKGgerak semu tahunan mataharimusim kemaraudehidrasisunscreenzona musim

Komentar

Memuat komentar...