Suhuf Bandung Ubah Sampah Pisang jadi Kertas Ramah Lingkungan
Gambar atau konten salah?
Di tengah krisis iklim global, manusia dipaksa berinovasi untuk menciptakan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Sampah plastik yang sulit terurai dan bersifat destruktif menambah tekanan pada sistem ekologi. Di Bandung, sebuah social enterprise bernama Suhuf muncul sebagai contoh nyata bagaimana limbah dapat diolah menjadi peluang ekonomi sekaligus solusi ekologis.
Perusahaan ini dipimpin oleh Rizma Indriani, yang memegang peran sebagai pemilik dan penggerak utama. Suhuf Kridasana Nusantara tidak hanya memproduksi kertas daur ulang, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal melalui program penyelamatan lingkungan.
Rizma memiliki latar belakang pendidikan di bidang bioteknologi. Ia melihat potensi limbah pertanian, khususnya pelepah pisang, sebagai bahan baku kertas daur ulang bernilai seni. Menurutnya, Suhuf bukanlah pemain baru di industri ini, namun pada tahun 2016 perusahaan sempat mati suri akibat minimnya inovasi.
"Aku ngeliat banyak banget orang-orang di sekitar sini khususnya yang kekurangan pekerjaan, usia tua, kesempatan kerja Dengan sekarang banyak banget pengangguran. Terus kayak kurangnya taraf kehidupan para petani dan aku kan concern juga tentang masalah lingkungan Nah terus aku tuh kayak ngeliat bahwa Kenapa aku gak fokus aja untuk diriin perusahaan Yang benar-benar bisa memperdayakan dari mulai petani lokal Terus pengajian lokal sampai bisa buka lapangan pekerjaan. Suhuf sendiri kalau dibilang udah lama itu udah lama banget, dari tahun 1994," ujarnya kepada detikJabar.
Sejak tahun 1994, Suhuf telah beroperasi, namun masa-masa sulit menandai perjalanan perusahaan. Setelah mengalami kecelakaan yang memaksa Rizma beristirahat total, ia memutuskan untuk menghidupkan kembali unit usaha tersebut. Masa pemulihan ini menjadi titik balik bagi Suhuf, di mana fokusnya bergeser pada daur ulang limbah pertanian.
Proses produksi kertas di Suhuf dimulai dengan pengumpulan jerami dan pelepah pisang. Jerami biasanya dibuang atau dibakar kita ambil, kita keringkan dengan sinar matahari secara alami, lalu diolah jadi bubur kertas dan dicetak jadi kertas. Memang fokusnya itu fokus kertas, Kertasnya dari pelapak pisang gitu kan nah kalau sekarang kita memang fokus untuk berbagai kertas limbah yang kita proses dari limbah pelapak pisang," ujar Rizma.
Hasilnya bukan sekadar kertas untuk menggambar atau melukis. Suhuf telah menambah variasi produk, mulai dari suvenir hingga perlengkapan perawatan diri. Proses pengolahan kertas ini mengandalkan bahan baku yang mudah ditemui, sehingga perusahaan dapat menjaga biaya tetap terjangkau.
"Dan memang setelah itu kita proses kertas-kertas tadi jadi produk-produk jadi ada produk corporate merchandise. Misalnya notebook yang bisa pakai logo gitu kan. Terus kita juga bikin kayak berbagai souvenir nikahan terus undangan nikahan terus kayak undangan ataupun souvenir-souvenir corporate lainnya dan event-event lainnya. Nah kita juga kemarin memang ketika saya akusisi full ini memang ada proses-proses dimana ada beberapa investor juga yang memang mengajukan. Namun saat ini kita dalam bentuk improvement untuk internanya sendiri," kata Rizma.
Meski beberapa investor menunjukkan minat, Rizma memilih untuk memperkuat fondasi internal terlebih dahulu. Ia mengutamakan bootstrapping, yaitu menggunakan modal sendiri untuk mengembangkan usaha. untuk saat ini memang tantangannya karena saya boost strapping Pakai modal sendiri jadi untuk expansinya juga belum terlalu masif gitu kan Tergantung kemampuan dari saya sendiri sebenarnya Jadi untuk saat ini sih sebenarnya kita fokusnya untuk ke nasional Tapi kemarin kita coba untuk masuk ke pasar Canada dan Finlandia Nah ini kita boost jadi memang saat ini kita step by step untuk mengembangkan usaha kita dari baik dalam negeri secara nasional maupun nanti keluar negeri," tutur Rizma.
Rizma menegaskan bahwa meskipun ekspansi internasional masih dalam tahap awal, langkah-langkah kecil sudah diambil. Perusahaan telah mengirimkan produk ke pasar Kanada dan Finlandia, menunjukkan potensi pasar global bagi kertas daur ulang berbasis limbah pertanian.
Selain fokus pada produk, Rizma juga menekankan pentingnya edukasi bagi generasi muda. Ia menyampaikan pesan khusus kepada Generasi Z, yang menurutnya memiliki kesadaran kesehatan dan ekologi lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
"Kalau misalnya aku boleh ngasih saran Karena kan sebenarnya yang aku baca Gen-Z itu sekarang jauh lebih meled dibandingkan kaum milenial Contohnya misalnya ternyata ada penurunan minum alkohol Di gen Z kan yang hidupnya lebih sehat dibandingkan generasi sebelumnya. Jadi pesan aku untuk gen Z sih mungkin sekarang waktu yang tepat untuk bisa hidup yang lebih friendly sama lingkungan gitu kan Kalau memang kita ingin bumi ini mungkin lebih panjang hidupnya Kita lebih enak hidupnya dengan menghidup udara bersih dan segala macem lebih mudah gitu kan." pungkasnya.
Melalui inovasi sederhana, Suhuf menunjukkan bahwa limbah pertanian dapat diubah menjadi produk bernilai tambah. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, perusahaan tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi petani lokal dan masyarakat sekitar. Inisiatif ini menegaskan bahwa solusi ekologis dapat berjalan bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi, bahkan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
624 Pendaftar Sekolah Maung Tampil Meski Sosialisasi Singkat
Sukabumi Bentuk Pokja BSAN, Fokus Kurangi Kekerasan Sekolah
Berita Terbaru
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
