Sukabumi Percepat Akreditasi Lab Bahan Konstruksi Tinggi
Gambar atau konten salah?
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi menekankan pentingnya mutu aspal dan beton dalam setiap proyek infrastruktur. Tujuannya adalah memastikan jalan, jembatan, dan irigasi tahan lama dan aman bagi masyarakat.
Untuk itu, Dinas PU mempercepat proses akreditasi Laboratorium Bahan Konstruksi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Akreditasi ini menandai bahwa laboratorium dapat menilai material sesuai standar internasional yang diakui.
Kepala Dinas, Uus Pirdaus, menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar sertifikat. Ia berkata, “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah uang rakyat yang dikonversi menjadi jalan, jembatan, hingga irigasi memiliki kualitas yang teruji. Melalui lab yang terakreditasi ini, hasil pengujian material akan jauh lebih akurat, terpercaya, dan tidak bisa diperdebatkan lagi akuntabilitasnya.”
Uus menjelaskan bahwa laboratorium berfungsi sebagai alat pengendalian mutu. Dengan pengawasan ketat sejak pengujian material, potensi kegagalan konstruksi dapat ditekan sejak dini. “Proses persiapan akreditasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pengujian material konstruksi, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan infrastruktur yang aman, andal, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Di tahap ini, Dinas PU Sukabumi sedang bersolek. Renovasi gedung laboratorium, pengadaan alat uji teknologi terbaru, dan peningkatan kompetensi personel penguji menjadi prioritas. Semua upaya diarahkan agar laboratorium memenuhi standar manajemen mutu yang ketat.
“Target kami jelas, infrastruktur di Sukabumi harus naik kelas. Tidak ada lagi celah untuk material di bawah standar karena sistem pengawasan mutunya sudah kita perkuat lewat lab ini,” ucap Uus. Ia menekankan bahwa hasil pengujian yang kredibel akan menjadi rujukan teknis bagi semua pemangku kepentingan jasa konstruksi di wilayah tersebut.
Dengan laboratorium yang terakreditasi, setiap proyek pembangunan di Sukabumi akan memiliki dasar mutu yang kuat. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan risiko kerusakan cepat dan memaksimalkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
