Sukabumi Rayakan Hari Jadi, Fokus Pengangguran dan Inflasi

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Sukabumi Rayakan Hari Jadi, Fokus Pengangguran dan Inflasi

Gambar atau konten salah?

Perayaan Hari Jadi ke‑112 Kota Sukabumi pada Rabu, 01 April 2026 menjadi ajang bagi pemerintah daerah untuk meninjau pencapaian dan mengidentifikasi tugas yang masih harus diselesaikan.

Herman Suryatman, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, hadir mewakili Gubernur Dedi Mulyadi dalam rapat paripurna Milangkala ke‑112. Ia menyampaikan pujian atas kinerja pemerintah daerah yang, menurutnya, menunjukkan hasil positif di berbagai bidang.

“Banyak capaian yang sudah diraih, khususnya di bawah kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota, didukung DPRD serta masyarakat. Ini tentu kami apresiasi,” kata Herman kepada awak media di DPRD Kota Sukabumi, Rabu, 01 April 2026.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi mencapai 78,23, lebih tinggi dari rata‑rata IPM Jawa Barat sebesar 75,9. Indeks Gini kota tersebut berada di angka 0,371, lebih rendah dibandingkan rata‑rata Jawa Barat 0,39.

“Ini hal yang membanggakan. Termasuk capaian reformasi birokrasi seperti SAKIP, sistem merit, SPBE, hingga raihan opini WTP yang harus disyukuri,” ujarnya.

Namun, Herman menegaskan masih ada pekerjaan rumah. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Sukabumi masih 8,19 %, sementara angka kemiskinan mencapai 6,9 %.

“Tidak ada gading yang tak retak. PR‑nya antara lain pengangguran masih tinggi, kemudian kemiskinan juga masih tinggi,” ungkapnya.

Isu inflasi juga menjadi perhatian. Kota Sukabumi tercatat inflasi tertinggi di Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Herman, inflasi Jawa Barat berada di 3,39 % dengan batas atas 3,5 %.

“Masih dalam koridor, tapi harus terus dijaga. Rentangnya 1,5 sampai 3,5 persen, tidak boleh di bawah atau di atas itu,” jelasnya.

Herman menekankan pentingnya pengendalian inflasi karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Jika inflasi terkendali, harga‑harga akan tetap terjangkau sehingga konsumsi dapat meningkat.

“Kalau harga terjangkau, daya beli terjaga. Daya beli terjaga, konsumsi meningkat. Kalau konsumsi meningkat, kemiskinan akan turun. Itu logikanya,” kata Herman.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi, termasuk sumber daya Aparatur Sipil Negara (ASN), guna mempercepat pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus ditandai dengan penurunan signifikan angka pengangguran dan kemiskinan. Peringatan Milangkala ke‑112 dianggap waktu tepat untuk evaluasi dan merumuskan langkah ke depan.

“Ini momentum terbaik untuk refleksi, kontemplasi, dan membuat resolusi agar tahun berikutnya lebih baik,” tutupnya.

Perayaan Hari Jadi ke‑112 menegaskan bahwa Kota Sukabumi telah mencapai beberapa indikator pembangunan yang baik, namun masih perlu fokus pada pengurangan pengangguran, kemiskinan, dan pengendalian inflasi agar kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.

Hari Jadi SukabumiIndeks Pembangunan ManusiaInflasiPengangguranKemiskinanReformasi BirokrasiASN

Komentar

Memuat komentar...