Sukabumi Siapkan Program Integrasi Penanganan Rabies
Gambar atau konten salah?
Kota Sukabumi mengalami lonjakan kasus gigitan hewan yang dapat menularkan rabies pada awal tahun 2026. Dalam tiga bulan terakhir, 104 warga dilaporkan mengalami gigitan, baik dari hewan peliharaan maupun liar. Meski belum ada kasus positif rabies, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi memperketat langkah antisipasi.
Selama ini, penanganan korban gigitan berisiko rabies dipusatkan di RSUD Al‑Mulk sebagai Rabies Center. Untuk memperluas jangkauan, Dinkes menyiapkan program Sistem Integrasi Penanganan Rabies yang akan memfasilitasi layanan di berbagai fasilitas kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina mengatakan, “Memang, di Kota Sukabumi kurun lima tahun terakhir cukup banyak kasus gigitan HPR. Namun, tidak ada kasus positif rabies,” kata Denna, Selasa (19 Mei 2026). Ia menambahkan, “Rabies menjadi penyakit yang harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian bila terlambat ditangani.”
Program ini akan mulai diterapkan pada pekan pertama Juni 2026. Layanan penanganan rabies tidak hanya terpusat di RSUD Al‑Mulk, melainkan juga akan tersedia di tiga puskesmas: Puskesmas Sukabumi, Puskesmas Cipelang, dan Puskesmas Baros. Dinkes berharap langkah ini dapat mendukung target Indonesia bebas rabies pada 2030.
Dinkes mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap hewan yang berpotensi menularkan rabies, seperti anjing, kucing, dan monyet. Pemilik hewan peliharaan diminta rutin memberikan vaksin rabies. Selain itu, warga diminta segera melakukan pertolongan pertama jika terkena gigitan hewan berisiko rabies.
Jika terjadi gigitan, apabila terjadi kasus gigitan dari hewan-hewan tersebut, warga diminta untuk segera mencuci luka dengan air mengalir dan sabun. Kemudian secepatnya mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis, pungkasnya.
Dengan memperluas layanan dan meningkatkan kesadaran masyarakat, Kota Sukabumi berupaya menanggulangi potensi penyebaran rabies dan menjaga kesehatan warga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
624 Pendaftar Sekolah Maung Tampil Meski Sosialisasi Singkat
Sukabumi Bentuk Pokja BSAN, Fokus Kurangi Kekerasan Sekolah
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
