Sukabumi Targetkan Peringkat 20 Besar Layanan Izin 2026
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan target ambisius dalam pelayanan publik. Sekretaris Daerah, Ade Suryaman, menyatakan bahwa kinerja pelayanan perizinan daerahnya harus menembus peringkat 20 besar di tingkat nasional.
Ade menegaskan bahwa pencapaian tahun 2024, ketika Kabupaten Sukabumi berada di posisi ke‑58 dari 514 daerah di Indonesia, belum membuatnya puas. Ia berharap tahun ini ada lompatan prestasi yang signifikan. “Tahun kemarin (2024) kinerja kita sudah bernilai baik, berada di peringkat 58. Oleh karena itu, saya berharap di tahun ini ada peningkatan, kalau bisa kita masuk di 20 besar nasional,” ujarnya saat memimpin pembahasan Penilaian Kinerja PTSP di Pendopo Sukabumi, Rabu (6 Mei 2026).
Namun, Ade mengingatkan bahwa target ambisius itu tidak mungkin tercapai hanya dengan mengandalkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk menghilangkan ego sektoral. Menurutnya, urusan izin sering kali berkaitan dengan dinas teknis lain seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkim, hingga Pertanahan. “Tentu ini harus didorong dengan kolaborasi teman-teman perangkat daerah yang lain. Tidak bisa mengandalkan satu instansi saja,” tegasnya.
Di lokasi yang sama, Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, menyatakan siap menyempurnakan ekosistem perizinan demi mengejar target tersebut. Ia mendorong percepatan penyelarasan kebijakan agar hambatan di lapangan bisa segera dipangkas. “Ini momentum untuk menyempurnakan ekosistem perizinan di Sukabumi agar manfaatnya dirasakan riil oleh masyarakat dan pelaku usaha,” pungkas Dede.
Dengan tekad kuat, pemerintah daerah berusaha menyesuaikan proses perizinan agar lebih cepat dan transparan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi dan memudahkan pengusaha di wilayah Sukabumi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
