Sukma Lintang Cahyani Targetkan Kualifikasi Olimpiade 2028
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Sukma Lintang Cahyani, atlet panjat tebing asal Indonesia, menargetkan kejuaraan Olimpiade 2028. Ia bertekad menjadi atlet nomor lead pertama Indonesia yang lolos ke ajang tersebut.
Sejak debut panjat tebing di Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia dikenal kuat di nomor speed. Keberhasilan tersebut berlanjut ketika Veddriq Leonardo meraih emas di Olimpiade Paris 2024. Namun, untuk nomor lead dan boulder, Indonesia belum pernah meloloskan wakil.
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia, Yenny Wahid, sebelumnya berharap Indonesia dapat bersaing di nomor lead dan boulder. Pada Olimpiade mendatang, ketiga nomor tersebut akan dipertandingkan terpisah, membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk menambah jumlah wakil.
Lintang melihat situasi ini sebagai momentum. “Saya optimistis kita bisa meloloskan wakil lead di Olimpiade. Apalagi secara progres dibandingkan lalu‑lalu, saat ini termasuk cepat. Dari segi peringkat juga (kejuaraan) waktu itu kan pada masuk semifinal, jadi kelihatan progresnya,” kata Lintang saat ditemui di Pelatnas panjat tebing di kawasan Bekasi.
Untuk tampil di Olimpiade 2028, atlet harus melewati beberapa tahapan kualifikasi. Di antaranya:
- Berprestasi di Kejuaraan Dunia 2027
- Lolos dari ajang kontinental (sekitar September‑Desember 2027)
- Mengikuti seri kualifikasi Olimpiade 2028
Partisipasi di ajang tersebut juga bergantung pada peringkat dunia dari kompetisi internasional, termasuk rangkaian IFSC World Cup. Untuk nomor lead, kuota maksimal adalah empat atlet per negara (dua putra dan dua putri).
Lintang mengakui peluang ini menjadi motivasi besar baginya. “Iya untuk Olimpide karena belum pernah ada (wakil) lead dan boulder, jadi ingin sekali bisa mengukir sejarah,” ujarnya.
Ia juga sadar tantangan yang dihadapi tidak mudah. Karena itu, Lintang terus meningkatkan kualitas teknik, termasuk membaca jalur dan manajemen gerak saat memanjat. Sebagai bagian dari persiapan, ia menargetkan tampil maksimal di seri IFSC World Cup dan Asian Games 2026. Hasil di ajang tersebut diharapkan bisa mendongkrak peringkat dunia sekaligus membuka jalan menuju Olimpiade.
Dengan dedikasi dan persiapan intensif, Lintang berusaha menorehkan prestasi baru bagi Indonesia di dunia panjat tebing. Keberhasilan ini akan menandai langkah awal bagi atlet Indonesia di nomor lead dan boulder di ajang Olimpiade.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bagnaia Jalani Operasi Lengan saat Libur MotoGP
BKB Rekrut Eks UFC, Incar Ekspansi ke Indonesia
Marc Marquez Yakin Motor 850cc Bisa Lebih Cepat di Sachsenring
Atlet Asian Games 2026 Tinggal di Kapal Pesiar
Veda Ega: Honda Unggul di Tikungan Cepat
Mario Aji dan Veda Ega Siap Balapan di MotoGP Mandalika
