Sumatera Selatan buka operasi pencegahan kebakaran hutan

Teguh A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Sumatera Selatan buka operasi pencegahan kebakaran hutan

Gambar atau konten salah?

Sumatera Selatan memulai operasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada 06 Mei 2026, meski belum ada titik api yang terdeteksi. Langkah ini diambil setelah BMKG memprediksi cuaca kemarau akan mulai melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan ke depan.

“Sumatera Selatan ini belum terjadi kebakaran, tetapi prediksi BMKG minggu-minggu ke depan ini juga akan mulai timbul panas, cuaca kemarau, sehingga operasi kita dibuka hari ini untuk mulai operasi pencegahan dan penanganan Karhutla,” ujar Kepala BNPB Suharyanto.

Sumatera Selatan termasuk satu dari enam provinsi yang ditetapkan BNPB sebagai prioritas penanganan Karhutla tahun ini. Tiga provinsi di Sumatera—Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi—bersama dengan tiga provinsi di Kalimantan—Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan—membentuk kelompok prioritas. Riau dan Kalimantan Barat sudah memulai operasi lebih dulu dan melaporkan situasi terkendali.

“Riau sudah dilaksanakan kurang lebih sebulan yang lalu operasi penanganan Karhutla, alhamdulillah Riau sampai hari ini terkendali. Memang sudah ada kebakaran tapi segera kita bisa padamkan,” tambah Suharyanto.

Untuk mencegah kebakaran sebelum munculnya titik api, BNPB menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). OMC bertujuan membasahi lahan gambut di Sumatera Selatan agar kondisi lembab, sehingga potensi penyebaran api dapat ditekan sejak awal.

“Kita laksanakan operasi modifikasi cuaca, jadi mendatangkan hujan supaya lahan gambut ini basah, sehingga kalau nanti terbakar ini mudah untuk segera padam dan bisa dipadamkan dengan cepat,” jelasnya.

Selain OMC, pembangunan embung dan kanal juga disiapkan sebagai bagian dari mitigasi jangka panjang. Ketika terjadi kemarau, embung dan kanal terisi air, yang dapat mencegah penyebaran api serta menjadi sumber air bagi pemadaman.

“Ketika terjadi kemarau, embung dan kanal-kanal itu terisi air, itu juga bisa mencegah penyebaran api yang membakar hutan dan lahan, sekaligus menjadi sumber air yang bisa digunakan saat melakukan pemadaman,” ujar Suharyanto.

BNPB menetapkan lima kabupaten dan kota di Sumatera Selatan sebagai wilayah prioritas: Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, dan Kota Palembang. Dukungan yang diberikan meliputi Satgas Darat dengan berbagai ukuran pompa, alat pelindung diri (APD), serta armada udara.

“Bisa standby-kan heli patroli, sementara ada empat heli, untuk patrolinya ada dua, water bombingnya ada dua. Ini sementara, tapi ada kemungkinan ditambah. Berdasarkan pengalaman tahun kemarin, paling tidak Sumatera Selatan itu water bombingnya ada empat, patrolinya dua sampai dengan tiga,” ujarnya.

Operasi ini dimulai sebagai langkah antisipatif, menandai kesiapan Sumatera Selatan dalam menghadapi potensi kebakaran di masa depan. Dengan kombinasi OMC, infrastruktur air, dan armada udara, pemerintah daerah berupaya menjaga kebersihan lahan gambut dan mencegah penyebaran api sebelum terjadi. Kesiapan ini menunjukkan komitmen daerah dalam mengelola risiko kebakaran hutan dan lahan di tengah perubahan iklim yang menambah intensitas musim kemarau.

Sumatera Selatankebakaran hutanBMKGBNPBOperasi Modifikasi Cuacaprovinsi prioritasair bombing

Komentar

Memuat komentar...