Sumatera Selatan Pertimbangkan WFH Hemat BBM dan Efisiensi
Gambar atau konten salah?
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi tengah menimbang penerapan kerja dari rumah (WFH) sesuai arahan pemerintah pusat. Tujuannya adalah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Walaupun masih menunggu petunjuk teknis, Deru menilai hari Rabu sebagai opsi paling memungkinkan. Ia menilai hari Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat kurang efektif karena kedekatannya dengan akhir pekan.
“Kalau Jumat atau Senin, nanti panjang sekali weekend-nya. Kalau Kamis nanti Jumat dijadikan harpitnas (hari kejepit nasional). Kalau di hari Selasa, Senin dijadikan harpitnas. Jadi yang paling mungkin itu Rabu, kemungkinan itu ya,” ujarnya.
Pemerintah berharap WFH dapat menghemat biaya BBM hingga 18 persen. Ini merupakan perkiraan pengurangan biaya yang dapat dirasakan jika pegawai bekerja dari rumah.
“18 persen akan terkurangi dari cost BBM jika WFH,” kata Deru.
Namun, gubernur menekankan bahwa kebijakan ini harus mempertimbangkan dampak ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Ia mencontohkan situasi kantin di kantor pemerintahan yang pendapatannya bergantung pada aktivitas pegawai.
“Jangan sampai kita menghemat BBM, tapi di sisi lain justru membuat aktivitas ekonomi menjadi mandek. Contohnya, kantin yang sumber bahan bakunya bergantung pada geliat pasar,” ujarnya.
Deru menegaskan bahwa pemerintah tetap patuh terhadap instruksi pusat, sekaligus menyesuaikan kebijakan dengan kondisi ekonomi setempat.
“Itulah yang harus kita pertimbangkan untuk patuh terhadap instruksi pusat, tetapi kita juga harus mempertimbangkan dengan kondisi ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Dengan mempertimbangkan faktor waktu, efisiensi BBM, dan dampak ekonomi, Sumatera Selatan berusaha menyeimbangkan kepatuhan terhadap kebijakan nasional dan kebutuhan lokal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
