Sumatera Selatan Vaksinasi Campak 5.800 Tenaga Kesehatan
Gambar atau konten salah?
Di Sumatera Selatan, rencana vaksinasi campak akan segera dilaksanakan untuk 5.800 tenaga kesehatan. Program ini bertujuan mencegah penyebaran virus di lingkungan rumah sakit, khususnya di Unit Gawat Darurat (UGD).
Para tenaga kesehatan, terutama yang bertugas di UGD, memiliki risiko tinggi terpapar virus melalui droplet atau butiran ludah di udara. Untuk itu, Dinas Kesehatan Sumsel sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memenuhi kebutuhan dosis vaksin bagi para pejuang medis ini.
Trisnawarman, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, menegaskan perlindungan tenaga kesehatan sebagai prioritas utama. Ia mengatakan, “Kami telah mengajukan permintaan sekitar 5.800 dosis vaksin campak ke Kementerian Kesehatan yang disesuaikan dengan jumlah tenaga kesehatan kita di lapangan.”
Trisnawarman menjelaskan bahwa fokus utama pemberian vaksin ini akan diarahkan kepada mereka yang bersentuhan langsung dengan pasien di fasilitas kesehatan. “Prioritas utama kami adalah dokter umum, dokter gigi, hingga perawat yang bertugas di UGD karena mereka adalah garda terdepan yang paling rentan terpapar,” tuturnya.
Sejak kemarin, ratusan tenaga kesehatan sudah mulai mendapatkan vaksinasi. Ia menambahkan, “Kemarin kita baru mulai melakukan imunisasi terhadap ratusan nakes, dan saat ini kami masih menunggu arahan serta tambahan vaksin dari pusat untuk melanjutkan ke seluruh kabupaten/kota.”
Trisnawarman mengingatkan bahwa meski tenaga kesehatan telah divaksin, potensi tertular tetap ada. Namun, risiko gejala menjadi jauh lebih ringan. “Vaksinasi ini penting karena penularan campak melalui udara sangat cepat; setidaknya bagi nakes yang sudah diimunisasi, jika terpapar pun gejalanya tidak akan parah,” ujarnya.
Hingga saat ini, sebaran kasus campak terbanyak masih tercatat di Kota Palembang dengan 800 kasus positif, disusul Kabupaten Banyuasin dengan 400 kasus. Pihak Dinkes terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melengkapi imunisasi dasar pada anak.
Program vaksinasi ini menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam memitigasi risiko penyebaran campak di fasilitas kesehatan. Dengan melindungi tenaga kesehatan, diharapkan layanan kesehatan tetap berjalan optimal tanpa menambah beban penularan di masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Berita Terbaru
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Perpres No.27 2026 Turunkan Komisi Ojek Online Jadi 8%
Riquelme Tantang Perez: Janji Haaland & Beban Anggota
UEA Berhenti Ujian Internasional, Pindah Online Kini
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
