Sumsel Evaluasi WFH: Absensi, Sistem, dan Efisiensi Energi
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mematangkan evaluasi kebijakan Work From Home bagi aparatur sipil negara (ASN). Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, menegaskan bahwa masih ada kendala teknis di lapangan sejak kebijakan ini diberlakukan pada Jumat pekan lalu.
Evaluasi saat ini difokuskan pada sistem absensi pegawai. Karena sistem ini baru pertama kali diterapkan secara luas untuk pola WFH, banyak pegawai melaporkan kebingungan atau kesulitan saat mengakses aplikasi lewat perangkat pribadi. "Kita melihat terutama masalah absensi ya, mungkin karena baru pertama kali, ada yang lupa mengabsensi karena itu pakai handphone, gadget masing-masing," ujar Edward saat ditemui di ruang rapat evaluasi.
Selain masalah absensi, laporan juga mencatat gangguan sistem atau error. Hal ini menjadi perhatian serius bagi admin sistem agar data kehadiran tetap akurat meskipun pegawai tidak berada di kantor. "Kemudian ada yang error, gitu, kemudian ada yang dinas luar pada hari itu, ini juga harus dikonfirmasi ke admin," jelasnya.
Edward menekankan bahwa kebijakan WFH harus disertai efisiensi penggunaan sumber daya di kantor. Ia mengingatkan seluruh unit kerja untuk mengatur penggunaan energi, khususnya listrik, pada ruangan yang ditinggalkan pegawai saat jadwal WFH. "Kita juga mengingatkan untuk efisiensi penggunaan listrik, kalau itu WFH, berarti lebih dilihat, diatur, untuk tidak dijalankan atau tidak dinyalakan," tegasnya.
Menanggapi target penghematan anggaran sebesar 18 persen yang sempat disinggung oleh Gubernur Sumsel, Edward menyatakan bahwa angka pastinya masih dalam proses perhitungan. Pihaknya akan menghitung dampak ekonomi kebijakan WFH secara menyeluruh setelah periode berjalan satu bulan penuh. "Ya, itu kan nanti detailnya akan dihitung secara, ya, setelah akhir bulan," ujarnya.
Evaluasi ini menunjukkan bahwa implementasi WFH di lingkungan pemerintah Sumsel masih dalam tahap penyesuaian. Kendala teknis, terutama pada absensi dan sistem, serta perhatian terhadap efisiensi energi menjadi fokus utama. Hasil akhir akan memberikan gambaran lebih jelas tentang efektivitas kebijakan ini dan potensi penghematan anggaran yang diharapkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Berita Terbaru
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
SIM Digital Korlantas: Praktis, Aman, dan Dinamis Baru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
