Sumsel Luncurkan Tol Tanjung Carat Rp26 Triliun Investasi

Teguh A. · 2 min baca · 20 hari lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Sumsel Luncurkan Tol Tanjung Carat Rp26 Triliun Investasi

Gambar atau konten salah?

Di Tanjung Carat Banyuasin, Sumatera Selatan, proyek Palembang New Port terus menunjukkan kemajuan. Pemerintah Provinsi Sumsel dan mitra terkait menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membangun integrasi jalan tol menuju pelabuhan. Total investasi diperkirakan mencapai Rp 26 triliun.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, menyatakan: "proyek integrasi jalan tol menuju Pelabuhan Tanjung Carat merupakan bagian dari pengembangan lanjutan backbone JTTS (Jalan Tol Trans Sumatera)."

Ia menambahkan: "proyek baru tersebut berupa pembangunan interkoneksi jalan tol dari pintu Tol Betung menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Carat sepanjang 80 kilometer." Selanjutnya, Todotua menjelaskan: "Dari backbone Tol Sumatera nantinya di pintu Tol Betung akan ada interline lagi tol menuju Tanjung Carat sekitar 80 kilometer. Kemudian ruas existing Palembang-Prabumulih juga akan didorong lagi sekitar 37 kilometer sampai Muara Enim," kata Todotua.

Ia juga mengungkap: "Total investasi pembangunan tol ini kurang lebih sekitar Rp26 triliun," ungkapnya.

Proyek ini akan menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Kementerian Pekerjaan Umum akan membantu proses pengadaan lahan, sedangkan pembangunan konstruksi jalan tol akan dikerjakan oleh PT Hutama Karya. Todotua optimistis keberadaan tol dan pelabuhan akan memberikan dampak ekonomi tinggi, tidak hanya bagi Sumsel tetapi juga wilayah sekitar seperti Jambi, dalam meningkatkan distribusi dan hilirisasi berbagai komoditas unggulan daerah.

Dia menyebut pembangunan tersebut dilakukan untuk mendekatkan akses terhadap kawasan sumber daya alam seperti batu bara dan pusat distribusi komoditas unggulan lainnya di Sumsel.

Penandatanganan MoU dilakukan di Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026, antara Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, PT Hutama Karya, PTBA, dan PT Pelabuhan Indonesia. Edward Candra, Sekretaris Daerah Sumsel, mengatakan MoU tersebut bukan sekadar seremoni administratif, melainkan tonggak penting pembangunan ekosistem logistik terintegrasi di Sumsel.

Ia menekankan: "Proyek pelabuhan internasional itu memiliki arti strategis bagi masa depan Sumsel. Selain sebagai gerbang logistik utama Sumsel, juga akan menjadi simpul konektivitas ekspor-impor regional, motor penggerak hilirisasi sumber daya alam, da katalis pertumbuhan ekonomi kawasan."

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemda, BUMN, dan dunia usaha menunjukkan bahwa pembangunan besar hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat, "kata Edward."

Sumsel akan memberikan dukungan penuh terhadap percepatan proyek strategis tersebut melalui sinkronisasi tata ruang, dukungan regulasi daerah, koordinasi lintas kabupaten/kota, serta memfasilitasi penyelesaian berbagai hambatan di lapangan.

Dalam nota kesepahaman itu, Pemerintah Provinsi Sumsel bertindak sebagai pihak ketiga yang bertanggung jawab mendukung sinkronisasi tata ruang, koordinasi daerah, dan dukungan kebijakan daerah.

Edward menegaskan proyek tersebut diyakini akan memberikan multiplier effect besar bagi perekonomian daerah. Mulai dari meningkatnya investasi, terbukanya lapangan kerja, tumbuhnya kawasan industri, mendorong hilirisasi batu bara dan komoditas unggulan, hingga memperkuat posisi Sumsel sebagai pusat logistik dan industri di Sumatera.

Dengan integrasi tol dan pelabuhan ini, Sumsel berharap dapat mempercepat distribusi komoditas, menurunkan biaya logistik, dan meningkatkan daya saing investasi di wilayahnya. Proyek ini juga diharapkan membuka peluang kerja dan memperkuat posisi Sumsel sebagai hub logistik regional.

Tanjung CaratPalembang New PortJalan Tol Trans Sumatera (JTTS)investasi 26 triliunKPBUPT Hutama Karyahilirisasi batu barahub logistik regional

Komentar

Memuat komentar...