Sumsel Target 5 Juta Ton GKG Padi Siap Peringkat II

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Sumsel Target 5 Juta Ton GKG Padi Siap Peringkat II

Gambar atau konten salah?

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyatakan optimisme wilayahnya dapat naik ke peringkat dua nasional dalam produksi gabah kering giling (GKG) dengan target 5 juta ton. Target ini dianggap realistis karena luas baku sawah Sumsel terus bertambah, meningkat dari 514 ribu hektare menjadi 579 ribu hektare.

Perubahan ini menjadi landasan bagi program Gerakan Tanam Menyongsong El Nino dan Peningkatan Produksi serentak, yang digelar secara virtual di 17 kabupaten/kota se‑Sumsel. Acara ini berlangsung di Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Ogan Komering Ilir, pada 19 Mei 2026.

Pada sesi tersebut, penanaman padi varietas Ciliwung di lokasi Cetak Sawah Rakyat Desa Cahya Bumi menjadi simbol komitmen. Herman Deru menegaskan, “Dengan kedisiplinan petani dan peningkatan luas baku sawah yang terus bertambah, saya optimistis produksi beras Sumsel bisa mencapai 5 juta ton dan masuk dua besar nasional,”.

Data produksi padi Sumsel menunjukkan peningkatan signifikan: pada 2025 tercatat 3,63 juta ton GKG, naik dari 2,91 juta ton GKG pada 2024. Herman Deru menekankan perlunya dorongan lebih lanjut melalui peningkatan indeks tanam dan disiplin petani dalam menerapkan arahan penyuluh pertanian. Ia berkata, “Ini bukan angka mengada‑ada, tetapi realistis. Kalau kita bisa meningkatkan indeks tanam dua kali saja, minimal kita bisa naik peringkat dua besar produksi nasional,”.

Ogan Komering Ilir (OKI) diakui sebagai salah satu lumbung pangan utama Sumsel, dengan kontribusi terbesar ketiga di provinsi. Herman Deru menyebut OKI, “Hari ini semangat kita sekalian agar OKI sebagai penyumbang produksi ketiga bisa lebih baik lagi.”

Dukungan pemerintah dan pemerintah provinsi dianggap konkret, mulai dari jaminan harga gabah Rp 6.500 per kilogram, irigasi, pupuk, pengairan, hingga bantuan bibit dan program Cetak Sawah baru. Ia menambahkan, “Tidak ada alasan produktivitas kita tidak tinggi. Semua sudah di‑support.”

Sebagai contoh, produktivitas pertanian di Jawa Timur mencapai 9 ton per hektare berkat disiplin petani dalam pola tanam dan arahan penyuluh. Selain itu, pemprov Sumsel menyiapkan langkah antisipatif menghadapi El Nino, diprediksi BMKG membawa musim kemarau panjang dari akhir Juni hingga September 2025, yang dapat menimbulkan kekeringan, menurunnya debit air irigasi, dan risiko gagal panen. Untuk itu, pemprov mendorong optimalisasi lahan rawa pasang surut dan rawa lebak sebagai bagian strategi menjaga ketahanan pangan daerah. TNI AD, melalui Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, menegaskan kesiapan mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pengawalan program Cetak Sawah dan optimalisasi lahan pertanian. Ia berseru, “Kami akan terus mengawal pertanaman di lokasi cetak sawah maupun optimalisasi lahan serta lahan reguler.” Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan dua ton pupuk subsidi dan benih padi untuk lokasi cetak sawah seluas 400 hektare serta dialog bersama para kepala daerah se‑Sumsel.

Dengan kombinasi kebijakan harga, infrastruktur, pelatihan, dan dukungan militer, Sumsel berupaya menambah produksi beras dan memitigasi risiko cuaca ekstrem. Fokus pada disiplin petani, peningkatan indeks tanam, dan pemanfaatan lahan rawa menunjukkan strategi terintegrasi yang dapat menempatkan provinsi di posisi kompetitif nasional.

Herman DeruProduksi GKGGerakan Tanam El NinoOgan Komering IlirIndeks TanamCetak SawahKetahanan PanganTNI AD

Komentar

Memuat komentar...