Sup Ayam Foshan: Pemilik Tolak Viral, Penumpukan Pelanggan

Lia N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Sup Ayam Foshan: Pemilik Tolak Viral, Penumpukan Pelanggan

Gambar atau konten salah?

Di Foshan, Provinsi Guangdong, China, sebuah restoran sup ayam menjadi sorotan karena pemiliknya, Mo, menolak untuk mempromosikan usahanya secara viral. Ia bahkan meminta para food vlogger dan influencer agar tidak datang dan menulis ulasan.

Restoran ini dikenal dengan sup ayam yang diracik menggunakan ramuan pengobatan tradisional China. Namun, ketenaran yang tiba-tiba menimbulkan masalah operasional. Pelayanan menjadi lambat, kualitas makanan menurun, dan reputasi usaha terancam jika tidak dikelola dengan baik.

Menurut South China Morning Post (13 April 2023), restoran tersebut pernah menerima lebih dari 200 rombongan sekaligus. Akibatnya, pelanggan harus menunggu lebih dari tiga jam sebelum dapat memesan. Situasi ini memicu kepanikan di kalangan pengunjung.

Alasan utama Mo menolak viral bukan karena ketidaksukaan terhadap popularitas, melainkan karena kondisi yang sudah terlalu ramai. Ia percaya bahwa semakin banyak orang datang, semakin sulit menjaga standar layanan. “Para pengunjung yang bersantap di restoran ini mungkin akan mendapati kotorannya lebih lembek atau encer, ini adalah fenomena normal,” kata Mo dalam pemberitahuan di restoran.

Selain menolak influencer, Mo meminta mereka memberi ulasan jujur. Ia mengingatkan bahwa sup ayam ini mengandung ramuan alami yang dapat membuat kotoran menjadi lebih lembek atau encer. Ia juga menegaskan bahwa wanita hamil tidak boleh meminum sup ayam racikannya.

Popularitas yang tinggi memaksa Mo memperpanjang jam buka agar dapat menampung lonjakan pelanggan. Namun, kondisi restoran yang ramai membuatnya kesulitan. Putri Mo sempat mengunggah video ketika ayahnya pingsan di restoran karena kelelahan saat sedang membersihkan resto suatu malam.

Karena sikapnya, restoran ini diberi julukan “restoran yang paling tidak ingin terkenal” dan Mo dijuluki “pemilik restoran paling malas.”

Beberapa pelanggan datang dengan tujuan jelas: mereka ingin menikmati sup tersebut untuk menghilangkan kelembapan tubuh, yang dianggap penting di iklim lembap Guangdong. Sikap Mo memicu kritik dari netizen.

“Tidak diterima, dan tidak ada yang bisa saya lakukan untuk Anda,” ujar salah satu netizen. “Ada pepatah tradisional Tiongkok yang mengatakan ‘Good wine needs no bush’ (suatu yang berkualitas tinggi tidak perlu dipromosikan berlebihan), yang sangat menggambarkan keengganan pemiliknya,” tambah netizen lain (aqr/adr).

Restoran ini tetap menolak influencer dan menekankan pentingnya ulasan yang jujur. Meski begitu, pelanggan tetap datang, terinspirasi oleh reputasi sup ayam yang unik. Operasional yang menantang dan kebijakan pemilik menambah warna cerita restoran ini, menjadikannya contoh bagaimana popularitas dapat membawa tantangan tersendiri bagi usaha kecil.

FoshanRestoran Sup AyamMoInfluencerRamuan Tradisional ChinaOperasionalPopularitas

Komentar

Memuat komentar...