Supergugus Vela Terpahat, Lebih Besar dari Laniakea
Gambar atau konten salah?
Supergugus Vela kini telah dipetakan secara lengkap oleh para astronom, setelah hampir sepenuhnya tersembunyi sejak ditemukan satu dekade lalu. Penemuan ini menempatkan gugus besar ini di antara objek paling masif yang pernah diketahui di alam semesta.
Gugus ini terdiri dari setidaknya dua puluh gugus galaksi, masing-masing mengandung ratusan atau ribuan galaksi. Semua terikat satu sama lain oleh gaya gravitasi, membentuk satu kesatuan yang sangat besar.
Lokasinya terletak sekitar 800 juta tahun cahaya dari Bumi, di wilayah yang disebut Zona Penghindaran. Bagian langit ini dipenuhi bintang dan debu Bima Sakti, sehingga hampir tidak mungkin melihat apa pun di belakangnya.
Awalnya, gugus ini diberi julukan “Terra incognita,” yang berarti “tanah tak dikenal” dalam bahasa Latin. Keberadaan tersembunyi ini membuat para peneliti sulit menentukan ukuran sebenarnya.
Dalam studi terbaru, para peneliti memetakan Supergugus Vela dengan mengukur gerakan galaksi di dalam dan di sekitar tepi gugus. Data ini memungkinkan mereka menilai struktur secara keseluruhan.
Hasilnya menunjukkan bahwa gugus ini membentang sekitar 300 juta tahun cahaya, atau sekitar 3.000 kali lebih lebar dari Bima Sakti. Materi yang terkandung setara dengan 30 kuadriliun Matahari, dan mayoritas massa terdistribusi ke dalam dua inti yang bergerak mendekati satu sama lain.
Dengan ukuran dan massa ini, Supergugus Vela kini menempati posisi lebih masif daripada Laniakea, supergugus yang menampung Bumi dan seluruh galaksi kita. Ia berada “tipis di posisi kedua” setelah Supergugus Shapley, yang dianggap sebagai supergugus galaksi terbesar.
Para peneliti juga memberi nama baru “Vela-Banzi,” yang berarti “mengungkap secara luas” dalam bahasa Xhosa. Bahasa ini dipakai oleh masyarakat adat di Afrika Selatan, tempat sebagian besar teleskop yang digunakan dalam penelitian ini berada.
Zona Penghindaran telah lama menjadi sumber frustrasi bagi astronom yang ingin mengetahui apa yang ada di balik piringan tebal bintang, gas, dan debu Bima Sakti. Piringan ini menutupi hingga 20% langit malam yang terlihat.
“Jutaan/miliaran bintang yang membentuk piringan tersebut sangat padat dan sangat dekat dengan bidang galaksi sehingga kita tak dapat dengan mudah menembusnya,” kata ReneeKraan-Korteweg, astronom di Universitas Cape Town yang berspesialisasi dalam Zona Penghindaran.
Penemuan ini menegaskan bahwa meski tersembunyi, struktur kosmik terbesar dapat diungkap melalui pengamatan gerakan galaksi. Supergugus Vela kini menjadi contoh penting bagaimana teknologi dan metode baru dapat membuka rahasia alam semesta yang sebelumnya tidak dapat dijangkau.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
