Supermarket Manado Jual Daging Kelelawar dan Ular Beku
Gambar atau konten salah?
Tidak hanya di pasar tradisional Tomohon, beberapa supermarket di Sulawesi Utara kini ikut menjual daging hewan yang tergolong ekstrem. Mulai dari kelelawar hingga daging ular, produk-produk ini bisa ditemukan di dalam freezer supermarket modern.
Seorang food vlogger bernama Novi membagikan pengalamannya melalui akun TikTok @psnovi. Ia mengunjungi gerai Indogrosir di Manado dan terkejut menemukan aneka daging hewan liar yang biasanya hanya ada di pasar tradisional.
Dalam video yang diunggah pada 04 Juli 2026, Novi berkeliling ke bagian freezer dan memperlihatkan deretan daging hewan. Semuanya dipajang rapi dengan label harga. "Cuma di Indogrosir Manado aja ada jualan makanan-makanan ekstrem," katanya dalam video yang sudah dikonfirmasi.
Salah satu produk yang paling menonjol adalah paniki atau kelelawar. Hewan ini dijual dalam kondisi beku. Harga paniki Rp 125.000 per kilogram. Novi juga menemukan paniki yang dijual per ekor seharga Rp 45.000. "Mahal, makanya kata orang Manado paniki ini mahal ya," ucapnya sambil menunjukkan ukuran paniki yang menurutnya cukup kecil.
Di freezer yang sama, Novi juga melihat daging babi hutan. Tidak berhenti di situ, ia menemukan daging ular yang juga dikemas sebagai produk beku. Saat menunjukkan daging ular, Novi sempat bertanya kepada seseorang di lokasi tentang rasanya. Orang itu menjawab bahwa daging ular memiliki cita rasa mirip ayam. "Kalau nggak lihat kulitnya, kita pasti sangka ini ikan, karena dagingnya mirip ikan. Rasanya kayak ayam," ujar mereka dalam percakapan di video.
Selain itu, Novi juga memperlihatkan daging tikus hutan. Produk ini dikenal sebagai salah satu pangan khas di beberapa daerah Sulawesi Utara. Daging tikus hutan jelas berbeda dengan tikus yang biasa ditemukan di selokan. Tikus hutan dianggap sebagai sumber protein alternatif oleh sebagian masyarakat.
Semua produk tersebut disimpan dalam kondisi beku dan dipasarkan seperti daging biasa. Kemasan dan labelnya pun mirip produk daging pada umumnya. Kehadiran daging hewan ekstrem di supermarket ini langsung menarik perhatian warganet.
"Sumpah kirain cuma ada di pasar tradisional aja lho," tulis seorang netizen. "Kalau aku boro-boro makan, megang aja kayaknya udah gak tahan deh," pungkas netizen lainnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa batas antara pasar tradisional dan supermarket semakin kabur di Manado. Daging hewan yang dulu hanya dijual di pasar terbuka, kini bisa dibeli di tempat yang lebih modern dan higienis. Meski terlihat tidak biasa bagi sebagian orang, produk-produk ini sudah menjadi bagian dari budaya kuliner lokal. Bagi warga setempat, paniki, ular, atau tikus hutan bukanlah makanan aneh—melainkan lauk sehari-hari yang diolah dengan bumbu khas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
