Surabaya Jadi Panggung Musik Tradisional Hungaria 2026
Gambar atau konten salah?
29 Maret 2026 menandai hari di mana Balai Pemuda Surabaya menjadi panggung bagi musik tradisional Eropa Timur. Acara ini bagian dari rangkaian Hungarian Cultural & Culinary Festival 2026. Surabaya menjadi kota kedua pelaksanaan setelah Jakarta.
Penonton mulai mengisi ruang sejak pukul 13.45 WIB, tepat 15 menit sebelum pertunjukan dimulai. Konser Hungarian Folklore Music dibawakan oleh Flaska Banda dan berlangsung sekitar satu jam dengan kurang lebih 10 repertoar. Setiap lagu menampilkan warna berbeda, mulai dari tempo cepat hingga nuansa melankolis, namun semua tetap mengandung hentakan enerjik yang terasa bahkan pada bagian yang sendu.
Dalam sambutan, Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, Lilla Karsay menegaskan bahwa musik merupakan medium universal. Ia mengatakan, “Musik adalah bahasa universal. Hungaria memiliki banyak cerita di baliknya. Kami tidak mau menyimpannya sendiri, tetapi juga ingin dibagikan kepada masyarakat Indonesia,” lalu menambahkan, “Musik yang dibawakan rata-rata bertempo cepat, sedikit melankolis seperti orang Hungaria pada umumnya. Semoga energi yang dibawakan bisa memberikan vibes tentang Hungaria,”. Ia juga menyoroti upaya menghadirkan pengalaman budaya Hungaria secara lebih dekat.
Dinamika musikal memikat penonton. Beberapa kali tepuk tangan meriah bahkan berkembang menjadi standing applause, terutama saat para musisi membawakan lagu daerah Indonesia, Bungong Jeumpa. Setelah konser, antusiasme belum surut. Banyak pengunjung rela antri panjang untuk sesi foto bersama para personel Flaska Banda, yang dilakukan secara bergelombang. Momen tersebut menutup pertunjukan dengan hangat, menegaskan kedekatan lintas budaya antara Hungaria dan Indonesia.
Salah satu penonton, Putri, mengaku tertarik hadir karena rasa penasaran terhadap genre musik yang berbeda dari biasanya. Ia berkata, “Awalnya lihat dari Instagram, karena gratis jadi coba daftar. Aku K-popers, jadi pengen tahu gimana musik klasik dan folk itu,”.
Acara ini menampilkan perpaduan musik tradisional Hungaria dengan sentuhan lokal Indonesia, memperlihatkan bagaimana pertukaran budaya dapat memupuk rasa saling menghargai di kalangan publik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Semampir: Mobil Baleno, 8 Jeriken Pertalite Ditemukan
1 Muharram Jadi Puncak Tahun Baru Islam, Sejarah Hijrah
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Telmo Castanheira Berpisah dari Persik Kediri Musim 2025/26
Mihailo Perovic Tinggalkan Persebaya, Tak Lagi Pakai Seragam
Surabaya Pasang Pot Bunga di TPS Liar, Coba Hindari Sampah
Berita Terbaru
John Herdman Uji Garuda di Pertandingan Oman & Mozambik
Lazada Ungkap Produk Terlaris Libur Sekolah + Diskon 6.6
Kementerian Perhubungan Realisasi 32,27% Anggaran Tahun 2026
BEI: Indonesia Tetap Emerging Market, Batal Rumor Frontier
IHSG Turun 2%+; LQ45 Laba Naik 29,9%, Investor Fokus Fundamental
Rumor Pengunduran Purbaya Yudhi Sadewa, Reshuffle Kabinet?
