Surabaya: MBC Dibuka dan Rp14 Triliun Revitalisasi Sekolah 2026

Fandi R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 162 dibaca
Bisik.id
Surabaya: MBC Dibuka dan Rp14 Triliun Revitalisasi Sekolah 2026

Gambar atau konten salah?

Pada hari Jumat, 01 Mei 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, meresmikan Gedung Muhlas Boarding Class (MBC) dan program unggulan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan di Surabaya. Acara tersebut menjadi ajang bagi pemerintah menegaskan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 14 triliun untuk revitalisasi ribuan sekolah di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Ia menegaskan bahwa alokasi tersebut akan difokuskan pada sekolah‑sekolah yang terdampak bencana alam dan daerah 3T.

"Bantuan revitalisasi yang sudah aman kita alokasikan 14 triliun untuk 11.744 itu, prioritasnya adalah untuk sekolah‑sekolah yang terdampak bencana alam seperti di Sumatra dan beberapa tempat di Indonesia serta sekolah‑sekolah di daerah 3T dengan sekolah‑sekolah yang memang rusak berat," terangnya.

Kebijakan ini merupakan bagian dari arahan Presiden untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, terutama di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Ia menegaskan, "Ini yang perlu saya tegaskan. Jadi kalau ada yang mengatakan Pak Presiden tidak sungguh‑sungguh ngurusin pendidikan, saya kira perlu dibaca fakta dan data‑datanya," ujarnya.

Abdul Mu'ti juga menyebut bahwa pemerintah sedang melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap sekolah‑sekolah penerima bantuan sebelum memasuki tahap pelaksanaan dan pendampingan teknis. Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pendidikan sebagai dasar menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas dan merata. Ia mengapresiasi peran masyarakat, seperti yang ditunjukkan Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Krembangan, dengan berkata, "Partisipasi masyarakat seperti ini sangat penting. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun pendidikan," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah juga menanggapi evaluasi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Namun, ia belum memberikan penjelasan rinci, berkata, "Belum, nanti pada waktunya akan kita sampaikan,".

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menekankan akan berinvestasi besar di sektor pendidikan. Ia mengutip siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 29 April 2026, "Saya akan menaruh perhatian dan saya akan investasi besar‑besaran di bidang pendidikan untuk masa depan bangsa kita semuanya," ucap Prabowo. Ia menargetkan bahwa sebanyak 288 ribu sekolah di seluruh Indonesia akan selesai diperbaiki pada 2028. Ia menjelaskan, "Kita kalau tidak salah punya 288 ribu sekolah. Kalau tahun ini 87 ribu akan selesai akhir tahun, berarti kita masih punya 200 ribu. Kalau 100 ribu di tahun 2027, 100 ribu di tahun 2028, semua sekolah Indonesia sudah diperbaiki," kata Prabowo.

Dengan alokasi Rp 14 triliun dan target perbaikan 288 ribu sekolah, pemerintah menegaskan komitmen untuk memperbaiki sarana pendidikan di daerah terdampak bencana dan 3T, sambil menunggu verifikasi penerima bantuan dan evaluasi TKA. Peran masyarakat dan arahan Presiden menjadi kunci dalam proses revitalisasi ini.

Komentar

Memuat komentar...