Surabaya: Ratusan Umat Menelusuri Jalan Salib Paskah
Gambar atau konten salah?
03 April 2026 – Di Gereja Katolik Santo Vincentius A Paulo di Jalan Widodaren, Surabaya, ratusan umat menelusuri Visualisasi Jalan Salib (VJS) yang berlangsung sepanjang hari. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Tri Hari Suci Paskah.
Visualisasi dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan adegan pengadilan Yesus oleh Pilatus. Umat kemudian mengikuti 14 perhentian yang menggambarkan perjalanan sengsara Yesus, mulai dari area kanopi, parkiran, hingga masuk ke dalam gereja. Setiap perhentian dirancang agar umat dapat merasakan suasana jalan salib secara langsung.
Suasana di luar gereja tenang. Umat tampak mengikuti setiap perhentian dengan penuh penghayatan. Saat adegan demi adegan sengsara Yesus diperankan, banyak yang terdiam, menundukkan kepala, bahkan menitikkan air mata. Di dalam gereja, suasana semakin hening. Beberapa umat terlihat berdoa secara pribadi di tempat duduk masing-masing.
Ketua panitia, David Palmaven Taniya, menjelaskan bahwa tema tahun ini mengacu pada tema umum Paskah: mengembangkan iman melalui lima tugas Gereja. “Kami mengambil dari tema umum Paskah tahun ini, yaitu bagaimana kita bisa mendalami dan semakin dewasa dalam peribadatan, persekutuan, kesaksian, pelayanan, dan pewartaan yang bisa kita hidupi di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sekitar 80 hingga 100 umat terlibat sebagai pemeran, sementara jumlah umat yang hadir diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.200 orang. “Yang terlibat sebagai pemeran ada sekitar 80 sampai 100 orang. Kalau yang hadir sekitar 1.000 sampai 1.200 umat,” tambahnya.
Sutradara VJS, Regina Bella Halim, menekankan bahwa visualisasi tidak hanya menampilkan kisah sengsara Yesus, tetapi juga mengajak umat merefleksikan maknanya dalam kehidupan sehari‑hari. “Kita tidak hanya ingin umat melihat lalu menangis. Tapi setelah itu, apa yang dibawa pulang? Itu yang ingin kita sampaikan melalui refleksi di setiap perhentian,” katanya.
Ia menambahkan, refleksi yang diangkat dekat dengan kehidupan sehari‑hari, mulai dari perilaku di media sosial hingga relasi dengan sesama. “Tadi dibuka dengan bagaimana kita bermain media sosial, menghujat orang lain tanpa memikirkan dampaknya, sampai bagaimana kita berelasi dengan keluarga dan lingkungan. Jadi ada relevansinya dengan kehidupan sehari‑hari,” jelasnya.
Regina juga menjelaskan konsep visualisasi dibuat imersif agar umat dapat merasakan langsung suasana Jalan Salib. Sekitar 100 orang terlibat, mulai dari pemeran hingga tim vokal yang terbagi dalam beberapa divisi dan menjalani latihan hingga tujuh kali. “Umat juga dilibatkan, jadi mereka tidak hanya menonton tapi ikut merasakan. Ada adegan di mana prajurit berada dekat umat, sehingga terasa lebih nyata,” ungkapnya.
Salah satu umat, Inneke, mengaku mengikuti Jalan Salib dengan penuh penghayatan. Ia berharap mendapat pengampunan melalui ibadat tersebut. “Sepanjang pemberhentian saya berdoa, berharap pengampunan,” tuturnya.
Visualisasi Jalan Salib di Surabaya menunjukkan bagaimana kegiatan keagamaan dapat memadukan unsur drama, refleksi pribadi, dan interaksi sosial. Dengan melibatkan ratusan umat sebagai pemeran dan lebih dari seribu penonton, acara ini menekankan pentingnya pengalaman bersama dalam memperdalam iman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cuaca Surabaya 15 Juni: Suhu 23‑32°C, Kelembapan Tinggi
Surabaya: Jadwal Sholat 15 Mei 2026 dan Niat Lengkap
Cuaca Jawa Timur 15 Juni: Cerah, Berawan, dan Hujan Ringan
Hasto Kristianto Di Blitar, Sampaikan Kritik Moderator Joko
Jadwal Sholat Jawa Timur 15 Juni: Waktu Imsak hingga Isya
Belanda vs Jepang: Piala Dunia 2026, 3AM WIB, Dallas
Berita Terbaru
Cuaca Surabaya 15 Juni: Suhu 23‑32°C, Kelembapan Tinggi
Cuaca Bandung: Hujan Sedang, Suhu Sejuk, Perhatian Jalan
Kalender Bali Denpasar 15 Juni: Hari Tak Baik Bercocok Tanam
Surabaya: Jadwal Sholat 15 Mei 2026 dan Niat Lengkap
Jerman Kalahkan Curacao 7-1, Debut Piala Dunia 2026
Jadwal Salat Denpasar, Badung, Gianyar 15 Juni 2026 Dirilis
UI Evaluasi Internal Unggahan SUMA Terkait Pride Month
Cuaca Jawa Timur 15 Juni: Cerah, Berawan, dan Hujan Ringan
Jerman Unggul 3-1 atas Curacao, Dominasi di Babak Pertama
1 Muharram 1448 H: Tahun Baru Islam Meriah di Indonesia
