Surabaya: Siang Panas, Sore Hujan Lebat, Peringatan BMKG
Gambar atau konten salah?
Surabaya mengalami cuaca panas yang menyengat pada siang hari, namun tiba-tiba berubah menjadi hujan lebat di sore hingga malam. Fenomena ini terkait dengan masa peralihan menuju kemarau, atau pancaroba, yang diperkirakan berlangsung hingga 30 Maret 2026 dan berlanjut hingga Mei 2026.
BMKG menginformasikan bahwa pada masa pancaroba, tutupan awan cenderung berkurang sejak pagi hingga siang. Andrie Wijaya menjelaskan, “Pada saat masa peralihan atau masa pancaroba, tutupan awan pada pagi hingga siang hari mulai berkurang sehingga radiasi matahari akan maksimal dan udara permukaan jadi panas dan terik.”
Namun, kondisi ini dapat berubah ketika memasuki sore hingga malam. Andrie menambahkan, “Pada mendekati sore hingga malam hari, udara panas di permukaan akan cepat naik lalu bertemu dengan udara yang lebih dingin di lapisan atasnya sehingga dapat menimbulkan pembentukan awan‑awan hujan atau awan konvektif.”
Selain itu, pergerakan angin pada masa pancaroba dapat memicu pertemuan massa udara dalam skala lokal. Ia menyatakan, “Pada saat masa peralihan, pergerakan udara bervariasi bukan hanya dari satu arah saja sehingga dapat memicu terjadinya konvergensi atau pertemuan massa udara dalam skala lokal.”
BMKG juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang, petir, hingga hujan es. Angin kencang dapat dipicu oleh awan Cumulonimbus, yang berpotensi menimbulkan puting beliung maupun downburst. “Angin kencang yang terjadi pada masa peralihan dapat terjadi dari awan Cumulonimbus, biasanya berupa puting beliung dan downburst yang bersifat merusak,” kata Andrie.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca ini. Masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau bangunan tidak permanen saat terjadi angin kencang. “Serta tetap jaga kesehatan untuk menghadapi kondisi cuaca yang mudah berubah,” tambahnya.
Dengan pemahaman tentang pola cuaca ini, warga dapat menyesuaikan aktivitas harian mereka. Perubahan cuaca yang cepat menuntut kewaspadaan, terutama di daerah yang rawan badai atau hujan lebat. Menjaga diri dan lingkungan tetap menjadi prioritas utama selama masa pancaroba.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Polisi Berhentikan Balap Liar Pasuruan, 3 Suspek Ditangkap
Tol Prosiwangi Target Operasional Akhir 2026 Sebelum Juli
Jalur Non Tes Rapor 2026 Unesa Buka Kembali, 1.800 Kuota
Cuaca Minggu 14/6: Berawan di Surabaya, Sidoarjo Kabur
Jadwal Salat Surabaya 02 & 14 Mei 2026: Imsak hingga Isya
Cuaca Jawa Timur 14 Juni: Cerah Berawan Hingga Hujan Berat
Berita Terbaru
Polisi Berhentikan Balap Liar Pasuruan, 3 Suspek Ditangkap
Car Free Day Palembang Dukung UMKM, Kurangi Polusi Udara
Tol Prosiwangi Target Operasional Akhir 2026 Sebelum Juli
Indonesia Tampil Tiga Wakil di Final Australian Open 2026
Transmart Sale: AC Sharp 1 PK Diskon 70% Mulai Rp 4.449.000
KCIC Terapkan Tarif Dinamis Whoosh, Harga Terendah Rp250k
Cheddar, Mozzarella, Parmesan: Mana Lebih Sehat Konsumen?
Sambal Bawang Bu Rudy: Pedas Nendang, Mudah Dibuat di Rumah
