Surabaya Vaganza 2026: Parade Meriah Rayakan 733 Tahun Kota

Ratna D. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 153 dibaca
Bisik.id
Surabaya Vaganza 2026: Parade Meriah Rayakan 733 Tahun Kota

Gambar atau konten salah?

Surabaya Vaganza 2026 diselenggarakan pada 16 Mei 2026 di Kota Pahlawan. Acara ini menampilkan konsep Festival of Lights, Garden of Hope dan dirancang untuk memperingati Hari Jadi Kota Surabaya ke-733. Rute parade melintasi jantung kota, memecahnya menjadi beberapa segmen penting.

Warga Surabaya dan sekitarnya datang lebih dari biasanya. Sejak siang hingga sore, area rute dipenuhi penonton yang bersedia antri demi menyaksikan pertunjukan. Untuk menjaga keamanan, beberapa ruas jalan protokol ditutup dengan barikade dan dijaga ketat oleh petugas gabungan. Akibatnya, area parkir di sekitar lokasi menjadi padat, hingga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tunjungan harus ditutup.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, menjelaskan bahwa panitia memilih doa bersama daripada pawang hujan. “Sejauh ini kami dengan ustaz nggih, kami sudah minta doa, kami undang anak yatim untuk mendoakan agar cuacanya terang hari ini dan semua acara berjalan dengan lancar,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Doa bersama sebelum acara hari ini sudah kami undang ke kantor kasih santunan anak yatim minta didoakan juga, beberapa hari yang lalu. Sekitar 20-an anak yatim panti asuhan di Surabaya,”. Gerimis tipis menguap menjelang akhir acara, namun cuaca malam tetap bersahabat.

Persiapan parade dimulai pukul 16.00 WIB di Jalan Johar. Iring-iringan parade resmi diberangkatkan sekitar pukul 18.00 WIB dari titik start di Jalan Pahlawan. Dari Tugu Pahlawan sesuai dengan rundown pukul 18.00 WIB. Mobil hiasnya sekitar 17 peserta. Kemudian yang untuk defile 20 peserta dari komunitas, dari SMP, SMA, universitas, ada juga dari AAL, dari Hangtuah. Banyak.

Rute parade melintasi beberapa jalan utama: Jalan Tembaan, Gemblongan, Siola, Jalan Tunjungan, area depan Hotel Majapahit, Gedung Grahadi, Taman Apsari, Balai Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, hingga berakhir di kawasan Monumen Bambu Runcing.

Perkiraan waktu: Sekitar pukul 19.38 WIB, barisan parade mulai memasuki kawasan Jalan Tunjungan secara berkala. Hingga pukul 20.27 WIB, arus parade terpantau berjalan bergantian dengan jeda waktu antar kontingen yang cukup lama.

Parade dibuka dengan kirab peserta yang mengenakan penutup botol putih bercahaya. Tak lama berselang, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melambaikan tangan menyapa warga dari atas kendaraan hias. Suasana semakin meriah dengan penampilan marching band pembuka, disusul oleh berbagai instalasi kreatif: replika pohon berlampu biru, barisan pembawa obor api, dan kostum Cenderawasih.

Berbagai aksi seni lokal menambah warna: tari pom-pom, Tari Remo dengan kostum ornamennya yang dapat menyala, atraksi Kuda Lumping, serta permainan tradisional egrang. Sorak-sorai penonton pecah saat beberapa kontingen memutar lagu dari band legendaris Indonesia, Dewa 19, maupun lagu dangdut yang memicu aksi sing‑along massal.

Kontingen dari berbagai pusat perbelanjaan (mal) di Surabaya turut mendukung, bersama marching band. Bella (26), salah satu penonton, mengungkapkan, “Tadi ketukan perkusi dan diikuti tiupan terompet, bellyra, serta iringan lagu 'Selamat Ulang Tahun' dari Jamrud yang didekasikan khusus untuk Kota Surabaya itu berkesan sekali di ingatan,”. Barisan lain juga dipercantik oleh penampilan colorguard yang mengayunkan bendera dengan dinamis serta lewatnya kereta kencana dengan berbagai replika satwa kebun binatang seperti rusa dan gajah.

Menjelang pukul 20.32 WIB, sebuah instalasi raksasa melintas dan berhasil menarik perhatian serta decak kagum dari para pengunjung karena ukurannya yang masif. Replika kapal besar juga turut memeriahkan iring‑iringan.

Menjelang akhir acara, tepatnya sekitar pukul 21.35 WIB, suara sirene terdengar bersamaan dengan melintasnya armada Pemadam Kebakaran (Damkar) di titik finish Monumen Bambu Runcing. Setelah armada tersebut lewat, massa penonton secara berangsur membubarkan diri. Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya langsung bergerak cepat menyisir jalanan untuk mulai membersihkan sampah sisa acara. Tak lama berselang, akses jalan raya kembali dibuka untuk umum.

Perayaan Surabaya Vaganza 2026 akhirnya ditutup dengan nyala kembang api di beberapa titik kota sebagai tanda pamit dan berakhirnya perayaan. Kemeriahan malam ini menegaskan kembali semangat kebersamaan warga Surabaya, sekaligus memperlihatkan potensi budaya dan kreativitas lokal dalam rangka memperingati sejarah kota.

Surabaya Vaganza 2026Festival of LightsParade SurabayaJPO TunjunganDewa 19Kuda LumpingKembang api

Komentar

Memuat komentar...