Survei MPR: 73% Siap Berperang, 98% Bangga Indonesia
Gambar atau konten salah?
Ketua MPR Ahmad Muzani mengungkapkan hasil survei nasional yang menyoroti rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap negara. Survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden bersedia berperang jika negara memerlukannya.
Pengumuman ini dibuat saat Muzani memberikan kuliah umum di Institut Mpu Kuturan (IMK) di Singaraja, Bali, pada 15 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa survei yang dilakukan pada pertengahan Maret lalu mengungkap 98 persen responden merasa bangga dengan Indonesia.
"Dari 98 persen itu, begitu ditanya 'apakah saudara siap membela negara termasuk berperang jika negara memerlukan saudara untuk ikut membela negara?' 73 persen siap berperang membela negara," kata Muzani di hadapan mahasiswa.
Selanjutnya, Muzani menyoroti tingkat pemahaman masyarakat terhadap ideologi negara. Mayoritas responden mengaku mengetahui dan hafal lima sila Pancasila. Ia menyebut, "Ditanya lagi 'apakah saudara tahu Pancasila?' 92 persen tahu Pancasila. Ditanya lagi 'apakah saudara hafal Pancasila?' 68 persen hafal Pancasilanya lima-limanya. Bukan satu, dua, tapi dari satu sampai limanya hafal," tambahnya.
Menurut Muzani, data ini menegaskan bahwa fondasi kebangsaan Indonesia masih kuat. Ia menilai pemahaman masyarakat tentang kehidupan bernegara berada di jalur yang benar. "Ini menunjukkan bahwa pijakan bernegara kita sudah baik. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan kita dalam bernegara sudah diterima secara umum dengan baik. Dan ini menunjukkan bahwa bernegara kita itu sudah benar," jelasnya.
Di kesempatan tersebut, Muzani juga memberikan pesan kepada mahasiswa untuk terus memperluas wawasan. Ia menekankan pentingnya membaca materi di luar kuliah, termasuk topik kesehatan, bisnis, dan gaya hidup. "Baca terus semua bacaan-bacaan yang bisa mendukung pengetahuan dari kampus, dari sekolah, termasuk bacaan-bacaan yang tidak ada kaitannya sekalipun dengan mata kuliah," sarannya.
Hasil survei ini menonjolkan kesadaran nasional yang tinggi, baik dalam rasa bangga maupun kesiapan bertindak. Rangkaian data menunjukkan bahwa generasi muda memiliki pemahaman yang luas tentang nilai-nilai dasar negara, sekaligus kesiapan untuk berpartisipasi dalam pertahanan negara jika diperlukan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
