Susu UHT: Panas Singkat, Nutrisi Tetap Terjaga Tidak Berkurang

Dewi M. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Susu UHT: Panas Singkat, Nutrisi Tetap Terjaga Tidak Berkurang

Gambar atau konten salah?

Benarkah nutrisi susu hilang setelah dipanaskan? Pertanyaan ini sering muncul ketika orang mendengar tentang susu UHT (Ultra High Temperature). Banyak yang mengira proses pemanasan pada susu UHT melibatkan suhu tinggi yang lama, sehingga menurunkan kandungan gizinya.

Di Minggu, 31 Mei 2026, pada acara Frisian Flag Temani Langkahmu, Kini dan Nanti, Prof Dr Epi Taufik, S.Pt., MVPH., M.Si. dari Fakultas Peternakan IPB University menjelaskan bahwa pemanasan pada susu UHT tidak serta-merta merusak nutrisi. Ia menegaskan bahwa proses UHT menggunakan suhu tinggi dalam waktu singkat untuk membunuh mikroorganisme, sehingga sebagian besar zat gizi utama tetap terjaga.

Sering kali orang membayangkan susu UHT dipanaskan langsung di atas api hingga mendidih. Padahal, proses yang terjadi di industri berbeda. Prof Epi menjelaskan bahwa pemanasan UHT menggunakan uap panas (steam) yang mengalir di luar pipa tempat susu berada. Dengan sistem tersebut, susu tidak bersentuhan langsung dengan sumber panas seperti api.

Ia menyatakan, “UHT itu pemanasan tidak langsung pakai api. Ada uap panas yang suhunya bisa mencapai sekitar 140 derajat Celsius, lalu susu dilewatkan di dalam pipa hanya beberapa detik,” jelasnya. Dalam proses UHT, susu umumnya dipanaskan pada suhu sekitar 130-140 derajat Celsius selama sekitar 2-4 detik. Waktu yang sangat singkat ini menjadi salah satu alasan mengapa kerusakan zat gizi dapat diminimalkan.

Prof Epi menekankan bahwa prinsip pengolahan susu selalu berkaitan dengan keseimbangan antara waktu dan suhu. Dengan kombinasi yang tepat, bakteri dapat dimatikan tanpa menyebabkan perubahan besar pada kandungan gizi susu. Meski ada sebagian vitamin yang sensitif terhadap panas, ia menyebut penurunannya relatif kecil.

Ia mengutip, “Vitamin yang rentan panas mungkin sedikit menurun. Itu pasti. Sedikit,” ujarnya. Namun, menurutnya, zat gizi utama dalam susu secara umum tetap terjaga karena proses pemanasan berlangsung sangat singkat dan tidak menggunakan api secara langsung. Ia menjelaskan bahwa protein, lemak, serta sebagian besar kandungan gizi utama susu tidak mengalami perubahan yang signifikan akibat proses UHT.

Walaupun dengan panas tinggi, kandungan gizi susu UHT relatif tidak berubah, karena panasnya bukan oleh api langsung dan waktunya sangat singkat,” kata Prof Epi. Dengan kata lain, suhu tinggi dalam proses UHT tidak bisa dilihat secara terpisah. Faktor durasi pemanasan juga sangat menentukan. Pemanasan beberapa detik pada suhu tinggi memberikan dampak yang berbeda dibandingkan pemanasan dalam waktu lama.

Karena telah melalui proses sterilisasi dan dikemas secara aseptik, susu UHT sebenarnya sudah siap diminum begitu kemasannya dibuka. Oleh sebab itu, menurut Prof Epi, susu UHT tidak perlu direbus atau dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi. Ia berkata, “Sudah steril, mau diapakan lagi? Tidak perlu dipanaskan lagi,” ujarnya.

Meski demikian, jika seseorang lebih menyukai susu hangat, susu UHT tetap boleh dipanaskan sebentar, misalnya menggunakan microwave. Ia menambahkan, “Kalau ingin susu hangat, pakai microwave sebentar boleh,” kata Prof Epi.

Ia juga mengingatkan bahwa setelah kemasan dibuka, susu UHT tetap harus disimpan dalam suhu dingin. Meski sebelumnya telah steril, kontaminasi dari lingkungan dapat terjadi setelah kemasan terbuka sehingga kualitas susu akan menurun seiring waktu.

Dengan pemahaman ini, konsumen dapat lebih tenang memilih susu UHT sebagai sumber gizi. Proses pemanasan singkat pada suhu tinggi memang menakutkan bagi sebagian orang, namun fakta menunjukkan bahwa nutrisi tetap terjaga. UHT memungkinkan susu disimpan dalam suhu ruangan tanpa risiko bakteri, sehingga praktis dan aman. Setelah dibuka, tetap simpan di kulkas agar tetap segar. Susu UHT tetap menjadi pilihan yang baik bagi masyarakat yang menginginkan produk susu berkualitas tinggi dengan umur simpan panjang.

Susu UHTPemanasan tinggiNutrisiSterilisasiVitaminProteinSimpan di kulkas

Komentar

Memuat komentar...