Tahu Campur Pak Sadak Surabaya: 35 Tahun, Selalu Favorit
Gambar atau konten salah?
Di Surabaya, warung kecil di Jalan Mayjen Sungkono No.106, Pakis, Kec. Sawahan, masih menjadi tempat favorit bagi pencinta tahu campur. Warung tenda ini telah beroperasi selama 35 tahun dan tetap buka setiap hari mulai pukul 5 sore hingga 11 malam.
Setiap hari, Pak Sadak mengolah kuah petis yang khas, menambah kikil empuk, mie kuning, tauge, tahu, dan lentho. Kombinasi ini membuat pelanggan rela menunggu antri demi seporsi tahu campur yang terkenal di kota ini.
Menurut data, penjual dapat menghabiskan hingga 50 kilogram kikil dalam satu hari. Rasa kuahnya tetap segar, sementara kikilnya tetap lembut, menambah daya tarik bagi pengunjung.
Pelanggan lama seperti Susi, berusia 53 tahun, mengaku sudah menjadi pelanggan sejak masih muda. Ia berkata, “Sudah dari zaman dulu, dari saya masih muda. Sampai lupa tahun berapanya,” sambil tersenyum. Susi menambahkan, “Kuahnya segar, kikilnya empuk. Dari dulu sampai sekarang rasanya otentik dan konsisten,” menegaskan bahwa cita rasa tidak berubah meski berabad-abad berjualan.
Ahian, 35 tahun, juga mengenal warung sejak kecil. Ia mengingat lokasi lama warung yang dulu berada di belakang tempat sekarang, tepat di samping Universitas 45. Meski harga per porsi kini mencapai Rp 26 ribu, Ahian merasa kualitas tetap sebanding dengan harganya.
Warung Pak Sadak tidak hanya menarik pelanggan lama. Generasi muda dan wisatawan pun mulai mengunjungi. Salah satu pengunjung, Alya, berusia 23 tahun, datang setelah membaca ulasan kuliner khas Surabaya. Ia mengungkapkan, “Dari segi porsi melimpah ya. Rasanya comforting, apalagi dinikmati setelah hujan. Uniknya lagi, tadi minta tambahan kerupuk malah dikasih sepiring penuh,” sambil mengekspresikan kepuasan.
Keberlangsungan Pak Sadak selama lebih dari tiga dekade menunjukkan bahwa kuliner legendaris Surabaya masih memiliki tempat di hati pelanggan, baik generasi lama maupun muda. Warung tenda ini tetap menjadi contoh sederhana namun konsisten dalam menyajikan makanan yang disukai banyak orang.
Kesimpulannya, Tahu Campur Pak Sadak di Surabaya tetap menjadi pilihan utama bagi siapa saja yang mencari rasa otentik dan porsi melimpah, tanpa mengubah resep yang telah teruji selama 35 tahun.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
Makanan Ular di Asia: Sup Hong Kong, Sate Indonesia, dan Lagi
Han Lewat 25 Tahun di KFC, Buka Warung Ayam Mantan KFC
Zushiku: Sushi Grab‑n‑Go Menyajikan Rasa Autentik di Jakarta
Bump: Kue Protein Sehat 170 Kalori dari Montreal Fitness
Berita Terbaru
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
