Taman Istana Majapahit di Semarang Tutup Gerbang, Dihuni Pohon

Andi B. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Taman Istana Majapahit di Semarang Tutup Gerbang, Dihuni Pohon

Gambar atau konten salah?

Taman Istana Majapahit terletak di Kecamatan Pedurungan, Semarang. Di pintu gerbangnya berdiri empat patung seperti Punakawan, menandai masuknya ke area yang dulu menjadi tempat rekreasi warga pada dekade 1980‑1990.

Hari ini gerbang berwarna biru muda terkunci sepanjang hari. Tidak ada yang dapat masuk, dan gudang sebelah taman juga tertutup. Patung Punakawan tampak seperti penjaga, menandai ruang yang telah hening.

"Sudah lama sekali, sudah sekitar 20 tahunan tutupnya. Sekarang siapa pun nggak boleh masuk," ujar Sriyanti, seorang warga berusia 55 tahun. Ia pernah mencoba masuk hanya untuk meminta air, namun tak ada aktivitas di dalam.

Sriyanti melanjutkan, "Sudah tinggal pohon‑pohon saja. Mainannya juga sudah hilang. Kebetulan saya nggak pernah masuk saat masih jadi tempat hiburan, jadi nggak bisa membandingkan dengan dulu seperti apa." Ia melihat taman kini ditumbuhi pepohonan rindang, gazebo rusak, dan tidak ada perawatan.

Kenangan masa kecil masih melekat bagi beberapa warga. Dani, 41 tahun, mengingat kunjungannya pada 1995. Pada saat itu, ia masih duduk di bangku sekolah dasar, dan taman sering menjadi tempat singgah setelah sekolah.

Dani mengungkap, "Harga tiket masuk cuma Rp 1–2 ribu untuk anak, dan Rp 5 ribu untuk berenang. Ada ayunan, jungkat‑jungkit, perosotan, serta kolam renang yang ramai akhir pekan." Ia juga menambahkan bahwa taman dipenuhi pohon dan bunga, tempat keluarga duduk santai.

Seiring waktu, 1998 menandai penurunan kunjungan. Dani menyebut, "Kayaknya sekitar tahun 1998 sudah sepi. Ya memang karena sepi, nggak ada yang merawat," sehingga taman akhirnya ditutup.

Selain taman, kawasan tersebut juga berdekatan dengan gedung pertunjukan wayang orang Ngesti Pandawa. Dani pernah menonton wayang orang hingga dini hari, antara jam 21.00 hingga 03.00 WIB.

Agus, 45 tahun, juga mengingat masa mudanya di taman pada akhir 1980. Ia mengatakan, "Saya kalau mau renang ya pasti ke sana, sama keluarga. Tiketnya murah, Rp 5 ribu sudah bisa berenang." Agus berharap taman dapat dibuka kembali, menambah daya tarik bagi pengunjung yang bernostalgia.

Dani dan Agus berharap pemerintah dapat memulihkan taman menjadi ruang rekreasi keluarga dengan biaya terjangkau. Mereka percaya, "Kalau dibuka lagi pasti nanti ramai orang tua yang ingin mengajak anaknya main ke sana juga. Tapi sekarang sudah tutup, kalau di medsos lihat sih dalamnya malah kayak hutan," ujar Agus.

Ringkasan: Taman Istana Majapahit di Pedurungan, Semarang, saat ini tertutup dan tidak terawat. Warga seperti Sriyanti, Dani, dan Agus mengingat masa lalu taman yang penuh aktivitas. Mereka berharap taman dapat dihidupkan kembali sebagai tempat rekreasi keluarga dengan biaya rendah.

Taman Istana MajapahitSemarangPedurunganRekreasiPenutupanNostalgia

Komentar

Memuat komentar...