Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Temukan Dua Anggrek Baru

Ika P. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 37 dibaca
Bisik.id
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Temukan Dua Anggrek Baru

Gambar atau konten salah?

Di Malang, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mencatat dua spesies anggrek baru pada awal Januari 2026. Penemuan ini muncul saat petugas melakukan patroli rutin di lereng selatan Gunung Semeru.

Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan, Toni Artaka, mengonfirmasi bahwa Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis belum pernah terdata di kawasan tersebut. “Keduanya ditemukan di habitat yang relatif sama, yaitu area teduh berhumus tebal dengan kelembaban tinggi di elevasi 1.000 hingga 1.200 mdpl,” ujarnya pada Jumat, 27 Maret 2026.

Walaupun keduanya berada di lokasi berdekatan, ciri visualnya berbeda. Gastrodia selabintanensis memiliki perbungaan panjang 15‑25 cm dengan 2‑4 kuntum bunga. Kelopaknya coklat kehijauan, kasar, dan berkutil, sementara mahkotanya putih semu kuning.

Di sisi lain, Gastrodia biruensis sedikit lebih besar, perbungaan 18‑32 cm dan 3‑5 kuntum. Kelopaknya coklat kekuningan, halus, dan mahkotanya putih oranye. Hingga kini, BB TNBTS belum menetapkan nama lokal untuk kedua tanaman.

Penemuan ini menambah daftar flora anggrek di TNBTS menjadi total 309 spesies. Toni menjelaskan bahwa kedua spesies masuk kategori tumbuhan mycoheterotrophic, artinya mereka sangat bergantung pada hubungan dengan jamur di tanah dan sulit dikembangkan di luar habitat aslinya.

Langkah selanjutnya adalah memetakan sebaran populasi di lokasi lain serta melindungi habitat aslinya secara ketat. “Perlindungan ketat pada habitat aslinya guna memastikan keberlanjutan spesies langka ini,” pungkasnya.

Penemuan ini menegaskan bahwa kawasan TNBTS masih menyimpan potensi flora yang belum terungkap. Keberadaan dua anggrek mycoheterotrophic menambah kompleksitas ekosistem, sekaligus menyoroti pentingnya menjaga habitat alami agar spesies langka tetap bertahan.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeruanggrek baruGastrodia selabintanensisGastrodia biruensismycoheterotrophichabitat teduh berhumusperlindungan habitatflora anggrek

Komentar

Memuat komentar...