Tan Liong Houw, Bintang Persija Dan Timnas Indonesia 1950‑60
Gambar atau konten salah?
Tan Liong Houw, lahir di Surabaya pada 26 Juli 1930, dikenal dengan nama lengkap Latief Harris Tanoto. Ia menjadi salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Awalnya ia harus menghadapi larangan dari orang tua, terutama sang ibu. Namun tekadnya membuatnya berlatih secara diam-diam sampai ayah akhirnya memberi restu. Kegigihan tersebut menjadi dasar bagi kariernya di dunia sepak bola.
Kariernya mulai menonjol ketika ia bergabung dengan klub internal yang kemudian menjadi bagian dari Persija Jakarta. Di sana ia menempati posisi gelandang kiri di lini tengah, membantu tim menampilkan gaya bermain yang terkoordinasi.
Penampilannya yang konsisten membuatnya menjadi idola suporter Persija pada dekade 1950‑an, sehingga ia diberi julukan 'Macan Betawi'. Pada 1954, bersama Persija ia membantu meraih juara setelah mengalahkan PSMS Medan di final yang sengit. Dalam laga tersebut, ia berperan penting sebagai pengatur permainan, menyalurkan umpan-umpan kunci dan menciptakan peluang bagi rekan satu tim.
Di level internasional, Tan Liong Houw menjadi bagian dari generasi emas Timnas Indonesia. Pada Olimpiade Melbourne 1956, ia menumbuhkan semangat juang ketika Indonesia menahan imbang Uni Soviet 0‑0 sebelum kalah di laga ulang. Penampilan tersebut menjadi simbol semangat juang tinggi skuad Garuda.
Ia turut membawa Indonesia menjuarai Merdeka Games 1961 di Malaysia. Selama lebih dari satu dekade sejak awal 1950‑an, ia tetap menjadi pilar penting di lini tengah Timnas, menampilkan kontrol dan visi yang luar biasa.
Setelah pensiun usai Asian Games 1962, ia tetap aktif di dunia sepak bola. Ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat PSSI pada periode 1999‑2003, berkontribusi pada kebijakan dan pengembangan sepak bola nasional.
Warisan sepak bolanya juga diteruskan oleh dua putranya, Wahyu Tanoto dan Budi Tanoto, yang mengikuti jejak sang ayah hingga menembus Timnas Indonesia pada era berikutnya. Keduanya menampilkan bakat yang mirip, memperkuat tradisi keluarga dalam olahraga.
Kesimpulannya, perjalanan Tan Liong Houw menggambarkan seorang pemain yang melampaui batasan keluarga, meraih prestasi di level klub dan internasional, serta meninggalkan warisan generasi berikutnya yang terus menginspirasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prancis Jadi Negara dengan Pemain Terbanyak Piala Dunia 2026
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Bernardo Silva: Barcelona & Atlético bersaing keputusan 2026
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Malaysia Pemenang Piala Dunia 2026, Indonesia Hanya Putros
Berita Terbaru
Operasi Patuh 2026: Penegakan Lalu Lintas Serempak Nasional
Prancis Jadi Negara dengan Pemain Terbanyak Piala Dunia 2026
Knicks Kalahkan Spurs 105-95, Brunson 30 Poin di Frost
Sony Beri 3 Game PS4/PS5 Gratis untuk Anggota PS Plus
Kucing Terapi Pinecone Jadi Asisten Guru Seni Rhode Island
Pemerintah, DPR Setujui UU P2SK, Reformasi Keuangan
DPR Setujui RUU P2SK, Mulai Tahap Akhir Persidangan
