Tanggal Hijriah 14 Mei 2026: 26 Dzulqa'dah 1447 H Tahun
Gambar atau konten salah?
Setiap hari umat Muslim sering bertanya, tanggal Hijriah berapa pada 14 Mei 2026? Pertanyaan ini muncul ketika seseorang ingin menyesuaikan jadwal ibadah atau menandai hari penting keagamaan. Penanggalan Hijriah dan Masehi memang berbeda, sehingga konversi diperlukan.
Perbedaan utama berasal dari sistem perhitungan. Kalender Masehi menggunakan peredaran bumi mengelilingi matahari, sedangkan kalender Hijriah mengikuti peredaran bulan. Akibatnya, satu bulan Hijriah biasanya 29 atau 30 hari, sehingga tanggalnya bergeser setiap tahun dibandingkan dengan kalender Masehi.
Menurut konversi yang disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, 14 Mei 2026 jatuh pada 26 Dzulqa'dah 1447 H. Bulan Mei 2026 mencakup dua bulan Hijriah: Dzulqa'dah dan Dzulhijjah.
Berikut rincian kalender Hijriah sepanjang bulan Mei 2026, diubah ke format DD MMMM YYYY:
- 01 Mei 2026: 13 Dzulqa'dah 1447 H
- 02 Mei 2026: 14 Dzulqa'dah 1447 H
- 03 Mei 2026: 15 Dzulqa'dah 1447 H
- 04 Mei 2026: 16 Dzulqa'dah 1447 H
- 05 Mei 2026: 17 Dzulqa'dah 1447 H
- 06 Mei 2026: 18 Dzulqa'dah 1447 H
- 07 Mei 2026: 19 Dzulqa'dah 1447 H
- 08 Mei 2026: 20 Dzulqa'dah 1447 H
- 09 Mei 2026: 21 Dzulqa'dah 1447 H
- 10 Mei 2026: 22 Dzulqa'dah 1447 H
- 11 Mei 2026: 23 Dzulqa'dah 1447 H
- 12 Mei 2026: 24 Dzulqa'dah 1447 H
- 13 Mei 2026: 25 Dzulqa'dah 1447 H
- 14 Mei 2026: 26 Dzulqa'dah 1447 H
- 15 Mei 2026: 27 Dzulqa'dah 1447 H
- 16 Mei 2026: 28 Dzulqa'dah 1447 H
- 17 Mei 2026: 29 Dzulqa'dah 1447 H
- 18 Mei 2026: 01 Dzulhijjah 1447 H
- 19 Mei 2026: 02 Dzulhijjah 1447 H
- 20 Mei 2026: 03 Dzulhijjah 1447 H
- 21 Mei 2026: 04 Dzulhijjah 1447 H
- 22 Mei 2026: 05 Dzulhijjah 1447 H
- 23 Mei 2026: 06 Dzulhijjah 1447 H
- 24 Mei 2026: 07 Dzulhijjah 1447 H
- 25 Mei 2026: 08 Dzulhijjah 1447 H
- 26 Mei 2026: 09 Dzulhijjah 1447 H
- 27 Mei 2026: 10 Dzulhijjah 1447 H
- 28 Mei 2026: 11 Dzulhijjah 1447 H
- 29 Mei 2026: 12 Dzulhijjah 1447 H
- 30 Mei 2026: 13 Dzulhijjah 1447 H
- 31 Mei 2026: 14 Dzulhijjah 1447 H
Dengan bulan Dzulqa'dah bertepatan pada 26 Dzulqa'dah 1447 H, banyak amalan sunnah yang dianjurkan. Berikut daftar amalan yang dapat dilakukan, diambil dari buku “Kalender Ibadah Sepanjang Tahun” oleh Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid.
- Mandi Sunnah dan Berwudhu
- Shalat Sunnah
- Berpuasa pada Tanggal 25 Dzulqa'dah
- Berdzikir dan Berdoa pada Malam 15 Dzulqa'dah
- Qiyamul Lail
- Berpuasa Ayyamul Bidh
Mandi Sunnah dan Berwudhu disunnahkan untuk mandi bersih pada hari pertama bulan Dzulqa'dah. Niat mandi sunnah memberi keutamaan sepanjang bulan.
Shalat Sunnah terdiri dari empat rakaat. Setelah Al-Fatihah, bacalah Surat Al-Ikhlas tiga kali, Surat An-Naas tiga kali, dan Surat Al-Falaq satu kali. Setelah salam terakhir, bacalah Istighfar tujuh puluh kali, kemudian bacalah:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ Laa haulaa wa laa quwwata ilaa billahil 'aliyyil 'azhiimi. Artinya: “Tiada daya dan tiada kekuatan, kecuali karena pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Agung.”
يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَذُنُوْبَ جَمِيعِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ. Yaa 'aziizu yaa ghaffaaru, ighfirlii dzunuubii wa dzunuuba jamii'il mu'miniina wal mu'minaat. Fa innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta. Artinya: “Wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Pengampun, ampuni dosa-dosaku serta dosa-dosa mukminin dan mukminat. Sebab, tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.”
Berpuasa pada Tanggal 25 Dzulqa'dah didasarkan pada cerita Al-Hasan bin Ali al-Wasysya':
Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali al-Wasysya', ia berkata, “Suatu ketika, aku bersama ayahku-ketika itu aku masih kecil-kemudian kami makan malam di dekat makam Imam Ali ar-Ridha. Malam itu adalah malam tanggal 25 Dzulqa'dah, kemudian ayahku berkata, “Malam 25 Dzulqa'dah adalah malam kelahiran Nabi Ibrahim dan Nabi Isa. Malam ini adalah malam ketika Bumi dibentangkan dari bawah Ka'bah. Barang siapa berpuasa pada hari ini, maka nilainya sama dengan berpuasa 60 bulan.””
Berdzikir dan Berdoa pada Malam 15 Dzulqa'dah dianggap penuh berkat. Pada malam itu, Allah SWT memberi seratus pahala kepada orang yang beramal. Oleh karena itu, dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa.
Qiyamul Lail pada malam 25 Dzulqa'dah juga sangat mulia. Menurut hadits, malam ini adalah saat bumi dibentangkan dari bawah Ka'bah. Orang yang bangun malam untuk beribadah akan memperoleh pahala tak terhingga.
Berpuasa Ayyamul Bidh adalah puasa pada pertengahan bulan, yakni tanggal 13, 14, dan 15. Puasa ini juga dianjurkan sebagai amalan sunnah.
Dengan memahami konversi tanggal dan amalan yang dianjurkan, umat Muslim dapat menyesuaikan ibadahnya pada bulan Dzulqa'dah. Menjalankan amalan sunnah pada tanggal yang tepat memberi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh pahala yang lebih besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
