Tanggul 10 M Jebol di Sungai Cisunggalah, Tim Bersih Jalan

Dedi S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Tanggul 10 M Jebol di Sungai Cisunggalah, Tim Bersih Jalan

Gambar atau konten salah?

14 April 2026 – Tanggul sepanjang 10 meter yang terletak di Sungai Cisunggalah, Kampung Bojongkeusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung tiba-tiba jebol. Aliran air mengalir meluap ke lahan persawahan, permukiman, dan membuat akses Jalan Anyar Majalaya lumpuh.

Akibat jebolnya tanggul, air sungai menembus lahan pertanian dan rumah warga. Lalu, petugas dari BPBD Kabupaten Bandung, Polsek Majalaya, Koramil Majalaya, Pemerintah Kecamatan Majalaya, Desa Bojong, dan warga sekitar bersatu untuk membersihkan lumpur yang menutupi jalan dan permukiman.

Di pagi 15 April 2026, tim gabungan melakukan pembersihan. Sementara itu, petugas PUTR Kabupaten Bandung dan BBWS memasang bronjong dan tanggul sementara. Tanggul tersebut dibuat dari karung yang diisi pasir, lalu disusun untuk menutup bagian yang rusak.

“Kondisi sekarang dari pihak PU atau BBWS sedang mengukur. Kemungkinan area yang jebol sekitar 10 meter, tapi biasanya pemasangan tanggul sementara akan dilebihkan menjadi sekitar 15 meter,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Wahyudin setelah melakukan peninjauan.

Wahyudin menjelaskan bahwa tindakan pencegahan ini diutamakan agar saat curah hujan tinggi, air tidak masuk ke pemukiman warga. Saat ini penanganan dilakukan dengan kantong pasir yang diperkuat oleh bronjong di belakangnya.

Selain di wilayah Kecamatan Majalaya, tanggul sungai yang sama juga jebol di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk. “Ya, betul. Kami sudah beberapa kali mencoba membuat kajian dan ada beberapa titik yang diidentifikasi rawan jebol. Ini sudah beberapa kali terjadi di daerah yang berbatasan dengan Solokanjeruk karena sungai ini membatasi wilayah Majalaya dengan Solokanjeruk. Lokasinya antara Panyadap dengan Desa Bojong di Majalaya. Kita upayakan perkuatan sementara terlebih dahulu karena ini merupakan kewenangan BBWS,” ungkapnya.

Wahyudin menegaskan bahwa dalam kondisi tanggap darurat atau bencana, pihaknya belum dapat melakukan pembangunan permanen karena harus melalui kajian terlebih dahulu. Ia juga mengingatkan warga Kabupaten Bandung untuk waspada terhadap kondisi cuaca.

“Seharusnya sekarang sudah masuk musim kemarau, jadi kejadian angin kencang kemarin merupakan transisi dari musim hujan ke kemarau. Himbauan untuk warga, pertama tetap waspada dan pantau kondisi cuaca. Seperti hari ini, cuaca bisa sangat terik dan panas, tapi nanti sekitar jam 12 atau jam 1 siang bisa tiba-tiba berubah menjadi angin kencang disertai hujan deras. Hujannya biasanya tidak lama, tapi intensitasnya kuat,”

Wahyudin menutup dengan saran agar warga tetap berhati-hati dan rutin memantau media sosial, baik dari BMKG maupun BPBD yang selalu membagikan informasi kondisi cuaca harian.

Peristiwa ini mengingatkan bahwa infrastruktur penahan air di daerah pesisir dan sungai masih rentan terhadap perubahan cuaca. Penambahan tanggul sementara dengan karung pasir dan bronjong menjadi solusi cepat, namun perlunya kajian dan perkuatan permanen tetap menjadi prioritas bagi pihak berwenang.

Tanggul jebolSungai CisunggalahBPBD BandungBronjongKarung pasirBBWSKajian perkuatanKewenangan BBWS

Komentar

Memuat komentar...