Taufik Hidayat Batal Kunjungi Pino Jeffta Karena Waktu Terbatas

Rizki W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Taufik Hidayat Batal Kunjungi Pino Jeffta Karena Waktu Terbatas

Gambar atau konten salah?

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat berencana mengunjungi legenda tinju Indonesia Pino Jeffta Udayana Bahari di rumahnya di Denpasar, Bali, pada 05 Mei 2026. Namun kunjungan tersebut batal karena waktu yang terbatas. Pino masih dalam proses pemulihan setelah kecelakaan motor.

Pino, yang pernah meraih emas cabor tinju Asian Games 1990, mengaku masih menunggu proses penyembuhan. Ia memegang rusuk kiri saat berbicara dengan media dan memakai air walker boots di kaki kiri, hasil operasi pemasangan pen. “Kaki saya patah di kiri. Untuk rasa sakitnya mulai berkurang, walaupun masih sangat membatasi saya bergerak,” ujarnya.

Dalam wawancara di kediamannya, Pino menegaskan bahwa ia tetap menghargai perhatian Taufik. “Saya ucapkan terima kasih juga pada beliau. Sudah menyempatkan diri untuk berusaha mampir dan beliau sudah berkenan untuk menghubungi saya juga. Mungkin yang beliau lakukan lebih bersifat secara persahabatan,” kata Pino.

Taufik, yang pernah meraih emas bulutangkis tunggal putra di Olimpiade, tidak sempat datang secara langsung. Pino menyebut bahwa Taufik mengirim pesan dukungan: “Beliau mengucapkan turut prihatin, semoga lekas pulih dan bisa beraktivitas kembali. Beliau juga mohon maaf tidak dapat hadir secara langsung untuk menemui secara pribadi.”

Rencana kunjungan Taufik dibatalkan karena ia harus segera kembali ke Jakarta. Pino menjelaskan, “Terkait kunjungan, beliau sempat menghubungi saya. Kebetulan beliau sedang ada kegiatan di Bali dan ingin menyempatkan mampir untuk menjenguk saya. Namun karena waktunya cukup mepet, beliau harus segera kembali ke Jakarta, sehingga rencana itu belum bisa terlaksana.”

Selama masa pemulihan, Pino menjalani operasi di RS Bali Mandara. Ia akan menjalani pemeriksaan lanjutan pada tanggal 08 Mei 2026 untuk memastikan tulang kakinya sudah menyatu. “Jadi nanti tanggal 8 akan di-rongent kakinya untuk melihat patahannya itu apakah sudah nyambung atau bagaimana. Mudah-mudahan tidak ada masalah dengan sambungan tulangnya. Karena sudah dipasang pen,” jelasnya.

Selain patah pada kaki kiri, Pino juga mengalami cedera pada rusuk kiri. Cedera kaki lebih mengganggu karena sering bengkak, terutama setelah duduk terlalu lama. Ia berharap tidak perlu operasi lanjutan.

Sejak kecelakaan, Pino belum menerima bantuan resmi dari pemerintah. Ia mengakui bahwa ia menerima donasi dari sahabat dan keluarga. “Saya berterima kasih karena sababat-sahabat saya dan keluarga sudah berkenan membantu saya melalui donasi. Ini juga inisiatif-inisiatif dari sahabat-sahabat saya untuk membuka donasi buat saya ketika saya masih dirawat di rumah sakit,” sambutnya.

Selain itu, Pino menerima bantuan pribadi dari beberapa pihak. “Secara pribadi ya. Kadang-kadang sahabat-sahabat saya di Jakarta secara pribadi. Tapi atas nama pribadi ya,” pungkasnya.

Perjalanan Pino dari atlet top menjadi korban kecelakaan menyoroti pentingnya dukungan sosial bagi para atlet yang mengalami cedera serius. Meskipun belum ada bantuan pemerintah, solidaritas dari teman dan keluarga menjadi sumber utama bagi proses pemulihannya.

Taufik HidayatPino Jefftakecelakaan motorpemulihandonasidukungan sosialRS Bali Mandara

Komentar

Memuat komentar...