Tawaf Wada: Ritual Penutup Haji yang Wajib Dilakukan Indonesia
Gambar atau konten salah?
Tawaf wada adalah istilah yang sering muncul dalam rangkaian ibadah haji, khususnya pada saat jemaah bersiap kembali ke tanah air. Bagi sebagian orang, nama ini masih terdengar asing, padahal ia memegang peran penting sebagai penutup pelaksanaan haji.
Secara harfiah, tawaf berarti “keliling”. Dalam konteks ibadah, tawaf adalah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali, dengan Ka'bah berada di sebelah kiri. Tawaf wada adalah tawaf yang dilakukan pada saat jemaah hendak meninggalkan Makkah.
Menurut penjelasan Ma'sum Anshori dalam buku “Fiqih Ibadah”, tawaf wada atau tawaf perpisahan merupakan tawaf terakhir sebagai penghormatan kepada Baitullah ketika melaksanakan ibadah haji. Ia menegaskan bahwa tawaf ini dilakukan oleh jemaah haji yang akan meninggalkan Makkah.
Perbedaan utama antara tawaf wada dan tawaf fard terletak pada tujuan dan konteks pelaksanaannya. Tawaf fard biasanya dilakukan dengan berlari-lari kecil mengelilingi Ka'bah, sedangkan tawaf wada lebih tenang, diikuti doa di depan pintu gerbang Masjidil Haram.
Hukum tawaf wada bersumber dari hadits Nabi Muhammad SAW. “Diperintahkan kepada manusia agar menjadikan akhir pertemuan mereka dengan Baitullah adalah tawaf, kecuali wanita haid karena ia diberi keringanan.” (HR Bukhari dan Muslim) Dan dalam riwayat Muslim, disebutkan: “Manusia diperintahkan agar tawaf di Baitullah sebagai akhir kegiatan mereka, namun keringanan diberikan kepada wanita haid.”
Dari hadits tersebut, para ulama sepakat bahwa tawaf wada hukumnya wajib bagi setiap jemaah haji yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah. Namun, tawaf wada tidak diwajibkan bagi wanita yang sedang haid atau nifas. Jika seorang jemaah meninggalkan Makkah tanpa melaksanakan tawaf wada, ia dapat dikenakan denda atau dam.
Berikut langkah-langkah pelaksanaan tawaf wada sebagaimana dijelaskan dalam buku “Tuntunan Praktis Manasik Haji dan Umrah” oleh K H Rochmat Annasih.
Langkah pertama adalah membaca niat tawaf wada. Niat tersebut diucapkan dalam bahasa Arab: نَوَيْتُ طَوَافَ لِلْوَدَاعِ لِلّٰهِ تَعَالٰى (Arab Latin: Nawaitu tawaf lil wada' lillahi ta'ala). Artinya: “Saya niat tawaf wada karena Allah Ta'ala.” Niat ini harus diucapkan setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai.
Setelah itu, jemaah memulai tawaf dari Hajar Aswad, kemudian mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran dengan arah berlawanan jarum jam. Setiap kali melewati Hajar Aswad, dianjurkan untuk menyentuh atau memberi isyarat ke arahnya jika memungkinkan.
Selama tawaf, jemaah dapat membaca doa, zikir, maupun ayat-ayat Al Quran. Setelah menyelesaikan tujuh putaran, jemaah tidak dianjurkan berlama-lama menetap di masjid atau tempat tinggal, kecuali untuk melaksanakan salat sunah dua rakaat setelah tawaf.
Berikut bacaan doa tawaf wada yang dilafalkan setiap putaran lengkap, dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya. بشم اللهِ اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا بشم إله إلا الله، والله أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِي الْعَظِيْمِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتَّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ يَا مُعِيْدُ أَعِدْنِي، يَا سَمِيْعُ أَسْمِعْنِي، يَا جَبَّارُ اجْبُرْنِي، يَا سَتَارُ اسْتَرْنِى يَا رَحْمَنُ ارْحَمْنِي يَا رَدَّادُ ارْدُدْنِي إِلَى بَيْتِكَ هَذَا، وَارْزُقْنِيَ الْعَوْدَةَ ثُمَّ الْعَوْدَ كَرَّاتٍ بَعْدَ مَرَّاتٍ تَابِبُونَ عَابِدُونَ سَابِحُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ. صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ اللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ عَنْ يَمِيْنِي وَعَنْ يَسَارِيْ، وَمِنْ قُدَّامِي وَمِنْ وَرَاءِ ظَهْرِى وَمِنْ فَوْقَى وَمِنْ تَحْتِى حَتَّى تُوَصَلَى إِلَى أَهْلِ وَبَلَدِى اللَّهُمَّ هَوَنْ عَلَيْنَا السَّفَرَ وَأَطْوِ لَنَا بُعْدَ الْأَرْضِ، اَللَّهُمَّ اصْحَبْنَا فِي سَفَرنَا وَاخْلُفْنَا فِي أَهْلِنَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ (Arab-Latin: Bismillaahi Allaahu akbaru subhaanallaahi wal hamdu lillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru walaa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiimi. Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa rasuulillaahi shallallaahu 'alaihi wasallama. Allaahumma iimanan bika wa tashdiiqan bikitaabika wawafaa- an bi'ahdika wattibaa'an lisunnati nabiyyika Muhammadin shallallaahu 'alaihi wasallama. Innal ladzii faradha 'alaikal qur-aana laraadduka ilaa ma'aadin. Yaa mu'iidu a'idnii yaa samii'u asmi'nii yaa jabbaaru ujburnii yaa sattaaru usturnii yaa rahmaanu irhamnii yaa raddaadu urdudnii ilaa baitika haadzaa warzuqnil 'audata tsummal 'auda karraatin ba'da marraatin taa'ibuuna 'aabiduuna saa-ihuuna lirabbinaa haamiduuna shadaqallaahu wa'dahu wa nashara 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu. Allaahummahfazhnii 'an yamiinii wa 'an yasaarii wamin quddaamii wamin waraa-i zhahrii wamin fauqii wamin tahtii hattaa tuwashshilanii ilaa ahlii wabaladii. Allaahumma hawwin 'alainaas safara wa athwi lana bu'dal ardhi. Allaahummashhabnaa fii safarinaa wakhlufnaa fii ahlinaa yaa arhamar raahimiina wa yaa rabbal 'aalamiin). Artinya: …
Setelah menunaikan tawaf wada, jemaah biasanya melanjutkan dengan dua rakaat salat sunah. Doa ini diucapkan setiap kali jemaah menyelesaikan satu putaran lengkap. Doa tersebut memuat pujian kepada Allah, salam kepada Nabi, dan permohonan agar Allah memelihara jemaah selama perjalanan pulang.
Secara singkat, tawaf wada adalah ritual perpisahan yang wajib bagi jemaah haji, dengan tujuh putaran di sekitar Ka'bah, dimulai dari Hajar Aswad, dan diiringi doa yang diucapkan setiap putaran. Setelah selesai, jemaah biasanya melaksanakan dua rakaat salat sunah dan kemudian kembali ke rumah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
