Tedjowulan Tegaskan Persatuan Keraton untuk Grebeg Idul Adha

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Tedjowulan Tegaskan Persatuan Keraton untuk Grebeg Idul Adha

Gambar atau konten salah?

KGPH Panembahan Agung Tedjowulan mengeluarkan instruksi tegas pada 13 Mei 2026 menjelang pelaksanaan Grebeg Besar Idul Adha tahun Dal 1959 atau 2026. Ia meminta semua keluarga besar keraton bersatu dan menolak penyelenggaraan acara secara terpisah.

Gusti Tedjowulan memberikan arahan agar jangan lagi menonjolkan ego personal maupun kelompok. Jangan mengadakan Grebeg Besar Idul Adha sendiri-sendiri,” kata Juru Bicara Panembahan Agung, Kanjeng Pakoenegoro.

Keluarga Besar Keraton Surakarta harus bersatu. Tidak boleh ada gesekan dari mana pun,” ucap Kanjeng Pakoenegoro, menegaskan pentingnya kesatuan dalam keluarga Keraton Solo.

Instruksi ini diambil untuk memastikan tradisi keraton berjalan khidmat tanpa gangguan konflik internal. Tanpa kesatuan, acara besar seperti Grebeg Besar bisa terpecah belah, menurunkan nilai budaya yang ingin dipertahankan.

Tedjowulan mengundang Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) GKR Wandansari atau Gusti Moeng, perwakilan pihak TNI dan Polri, Camat Pasar Kliwon, serta pemangku wilayah dalam rapat Grebeg Besar 2026. Semua pihak diharapkan hadir untuk koordinasi bersama.

Ia menunggu pengumuman dari Pemerintah Pusat mengenai tanggal Idul Adha. “Prinsipnya, misalkan Idul Adha ditetapkan pada 27 Mei 2026, maka Grebeg Besar akan diadakan hari berikutnya atau hari kedua Idul Adha,” jelasnya.

Selain mengamankan Grebeg Besar, Tedjowulan juga mengerahkan TNI dan Polri untuk menjaga keamanan revitalisasi Keraton Solo. Keamanan menjadi prioritas agar kegiatan berlangsung lancar dan aman bagi semua peserta.

Insya Allah, pengerjaan Revitalisasi Keraton Kilen akan dimulai pertengahan tahun ini. Berbagai tahapan awal sedang berlangsung saat ini. Selain Keraton Kilen, Kantor nDalem Panembahan Agung juga menjadi prioritas,” tambah Pakoenegoro.

Ia menambahkan, saat ini Kementerian Kebudayaan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Jateng tengah melakukan inventarisasi aset dan pusaka keraton. “Kekayaan budaya, terutama Pusaka Kagungandalem, akan didata. Jika ada yang berpindah tempat, akan dikembalikan ke tempat semula. Beliau (Tedjowulan) berharap semua pihak kooperatif,” tegasnya.

Persiapan juga mencakup Kirab Malam 1 Suro Tahun Be 1960. Selain doa bersama, Kirab Pusaka Kangjeng Kyai Ageng akan digelar kembali karena telah menjadi ikon pariwisata yang dinanti masyarakat luas dan didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan.

Gusti Tedjowulan terus berkoordinasi dengan kementerian, termasuk rapat koordinasi terakhir bersama Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan jajaran Staf Khusus Menteri untuk memastikan pelestarian tradisi ini berjalan maksimal,” pungkasnya.

Instruksi ini menegaskan bahwa kesatuan keluarga keraton dan kolaborasi dengan lembaga negara adalah kunci untuk menjaga tradisi Grebeg Besar Idul Adha 2026 tetap hidup dan aman. Dengan dukungan keamanan dan inventarisasi aset, keraton berupaya melestarikan warisan budaya bagi generasi mendatang.

Panembahan Agung TedjowulanGrebeg Besar Idul AdhaKeraton SurakartaKesatuan keluarga keratonKeamanan TNI dan PolriRevitalisasi Keraton Kilen

Komentar

Memuat komentar...