Tegaskan Tanpa Izin, PT Stasionkota Rencana Alih Lahan Hutan
Gambar atau konten salah?
Surabaya, 01 April 2026 – Rencana PT. Stasionkota Saranapermai mengalih fungsi lahan seluas 22,5 hektare di kawasan hutan produksi Tretes, Prigen, Pasuruan menimbulkan kemarahan warga setempat. Lahan tersebut terletak di lereng Gunung Arjuno, tempat yang dianggap penting untuk serapan air dan pengendalian banjir.
Warga menilai bahwa alih fungsi lahan dapat merusak fungsi serapan air dan menambah risiko bencana. Mereka menegaskan bahwa perubahan tersebut dapat mengancam keselamatan mereka di wilayah bawah lereng.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyatakan bahwa belum ada izin penggunaan lahan tersebut. “Kami sudah menghubungi bupati, menanyakan apa sebenarnya kejadian di lapangan. Dan menurut bupati tidak ada pengajuan izin yang masuk saat ini. Sehingga tentunya pemerintah kabupaten dalam posisi tentunya tidak ada perizinan yang sedang diajukan. Sehingga dalam konteks ini belum ada informasi apapun mengenai apa yang sebenarnya sedang direncanakan, itu penyampaian dari bupati,” kata Emil di Surabaya pada hari Rabu.
Emil menegaskan bahwa setiap pembangunan di Jawa Timur harus memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi. “Namun kami sama-sama sepakat, saya dan Pak Bupati tentu dengan arahan Ibu Gubernur bahwa pembangunan apapun di Jawa Timur tentu harus memberi ruang warga untuk menyampaikan aspirasinya. Harus ada informasi yang clear. Bagaimana suatu pembangunan tidak menimbulkan dampak yang kemudian negatif kepada kerawanan bencana,” ujarnya.
Pak Bupati Trenggalek menegaskan kembali bahwa belum ada pengajuan pembangunan. Ia menyatakan bahwa kondisi lahan masih berupa hutan. “Tapi kan analisa teknis kalau sudah ada yang mau dilakukan, apa yang direncanakan, apa yang dilakukan sampai sini nggak ada. Menurut Pak Bupati nggak ada. Jadi nggak ada dasarnya untuk pemerintah kabupaten. Mau merespons apa? karena belum ada pengajuan apapun. Belum ada pengajuan apapun. Ini menurut Pak Bupati. Belum ada pengajuan apapun sama sekali sehingga beliau tidak dalam posisi untuk merespon secara formil, nggak,” tambahnya.
Pak Bupati juga menekankan prinsip bahwa aspirasi masyarakat harus menjadi pertimbangan penting dalam setiap pembangunan strategis. “Tapi secara prinsip kita memastikan bahwa aspirasi masyarakat tentu harus menjadi pertimbangan penting dalam setiap pembangunan strategis. Apalagi kekhawatiran ini dikaitkan juga dengan maraknya bencana yang terjadi di daerah-daerah lereng. Sehingga kita harus menghormati aspirasi. Tapi kami belum cukup informasi nih sebenarnya apa yang mau dilakukan. Apa justru malah mau ditanami pohon. Ini kan kita nggak tahu. Saya belum tahu apa-apa, tapi kita harus menghormati aspirasi masyarakat,” jelasnya.
Demo besar-besaran diadakan pada 29 Maret 2026 di Jl. Letkol Telwe Limas Taman Wisata, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Ribuan warga menolak rencana pembangunan real estate di kawasan hutan Gunung Arjuno-Welirang. Mereka membuat Surat Pernyataan Sikap Bersama Warga Kecamatan Prigen untuk mengekspresikan ketidaksetujuan mereka.
Rencana alih fungsi lahan seluas 22,5 hektare dianggap mengancam keselamatan ekologis dan ruang hidup warga. Pihak berwenang masih menunggu klarifikasi lebih lanjut mengenai hak dan prosedur yang harus dipenuhi sebelum proyek dapat dilanjutkan.
Peristiwa ini menyoroti ketegangan antara kebutuhan pengembangan infrastruktur dan perlindungan lingkungan serta hak warga. Pihak terkait diharapkan dapat menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan keberlanjutan ekosistem lereng.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste di Laga Kedua AFF U-19 2026
Semampir: Mobil Baleno, 8 Jeriken Pertalite Ditemukan
1 Muharram Jadi Puncak Tahun Baru Islam, Sejarah Hijrah
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Telmo Castanheira Berpisah dari Persik Kediri Musim 2025/26
Berita Terbaru
IHSG Turun 4,11% ke 5.941,06, Investor Fokus Rebalancing
Alfamidi Laba Kuartal 2026 Naik 39,5% dengan Ekspansi Gerai
Kebakaran Hutan Musi Rawas Utara Terus, Muba Terkendali
Wakil Menteri Kunjungi SMP Tabanan, Cek Revitalisasi, MBG
Wakil Menteri Kunjungi SDN 3 Sembung Gede, Minta Revitalisasi
Hujan Lebat dan Petir Diprediksi Menyerang Medan Malam Ini
58 Hunian Terganggu Angin Kencang: Warga Kembali ke Tenda
Orang Tua Kritik Menu MBG Cibodas: Nugget, Anggur, Kedelai
