Teh Basi: Rasa Asam, Buih Soda, Warna Keruh Tanda Bahaya

Rizki W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Teh Basi: Rasa Asam, Buih Soda, Warna Keruh Tanda Bahaya

Gambar atau konten salah?

Teh yang sudah diseduh tidak selalu aman jika disimpan terlalu lama. Minuman ini dapat menurun kualitasnya hingga menjadi basi, dan ada beberapa ciri yang dapat dikenali.

Menurut Oza Sudewo, kondisi basi hanya terjadi setelah teh diseduh. Dalam bentuk daun kering, teh tidak disebut basi, melainkan hanya melewati masa terbaik untuk dikonsumsi atau best before.

Oza memaparkan sejumlah indikator yang dapat digunakan untuk mengenali teh yang sudah tidak layak diminum. Berikut beberapa tandanya, seperti dikutip dari Instagram ozasudewo (23 April 2023):

  • Rasa berubah jadi asam – Ciri pertama yang paling mudah dikenali adalah perubahan rasa. Teh yang menurun kualitasnya akan terasa asam, meski tidak sekuat makanan basi pada umumnya. Perubahan ini terjadi karena proses fermentasi alami saat teh dibiarkan terlalu lama. Dalam beberapa kasus, rasa asam ini bahkan bisa terasa seperti minuman tertentu. “Gue pernah ada satu kejadian... ini rasanya kok kayak ice lychee tea ya,” ujar Oza. Meski terasa unik dan seolah masih bisa diminum, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena menandakan kualitas teh sudah berubah.
  • Muncul buih dan sensasi seperti soda – Ciri berikutnya adalah munculnya buih atau sensasi bersoda. Ini menunjukkan proses fermentasi sudah berlangsung lebih lama dan tidak terkontrol. Berbeda dengan kombucha yang melalui fermentasi terkontrol, teh basi mengalami fermentasi liar. Karena itu, kondisi ini sebaiknya dihindari dan teh tidak dikonsumsi. “Kalau ini kan nggak terkontrol, kamu gak tahu bakteri apa yang ada di dalam,” jelas Oza.
  • Warna menjadi lebih keruh – Perubahan visual juga bisa menjadi tanda. Teh normal biasanya memiliki tingkat kejernihan (clarity), meskipun warnanya bisa berbeda tergantung kualitasnya. Namun, ketika basi, tampilannya akan jauh lebih keruh. Oza menjelaskan, warnanya akan menjadi jauh lebih keruh saat sudah basi. Ia juga menekankan bahwa warna bukan satu-satunya patokan. Dalam pengalamannya, teh yang disimpan di kulkas hingga beberapa hari bisa terlihat keruh, tetapi rasanya belum tentu rusak. Meski ada beberapa indikator, rasa tetap menjadi parameter utama. Jika rasa sudah berubah, sebaiknya teh tidak lagi dikonsumsi.

Oza menegaskan bahwa rasa adalah penentu utama. Jika rasa sudah berubah, jangan minum. Teh yang disimpan dalam keadaan kering tidak pernah dianggap basi, hanya melewati masa terbaiknya. Dengan memperhatikan tiga indikator di atas, konsumen dapat menghindari konsumsi teh yang sudah menurun kualitasnya.

Kesimpulannya, meski teh kering tidak dianggap basi, teh yang sudah diseduh dapat mengalami fermentasi liar. Perubahan rasa, buih, dan warna keruh menjadi tanda-tanda penting. Menjaga rasa tetap segar adalah kunci agar teh tetap aman dikonsumsi.

teh basifermentasirasa asambuihwarna keruhOza Sudewobest before

Komentar

Memuat komentar...