Telur Aman: Simpan di Kulkas, Hindari Risiko Keracunan
Gambar atau konten salah?
Telur adalah komponen penting di hampir setiap dapur. Meski terlihat sepele, lama penyimpanan telur di suhu ruang memengaruhi keamanan dan kualitasnya. Menurut badan pengawas makanan dan obat Amerika Serikat, FDA, telur sebaiknya tidak dibiarkan di luar kulkas lebih dari dua jam. Jika suhu lingkungan melebihi 32 derajat Celsius, batas waktunya berkurang menjadi satu jam. Pada 11 Mei 2026, data tersebut dikonfirmasi karena bakteri seperti Salmonella berkembang lebih cepat di suhu hangat. Konsumsi telur yang sudah terkontaminasi dapat menimbulkan keracunan makanan.
Aturan penyimpanan telur berbeda di tiap negara. Di Eropa, telur biasanya dijual tanpa dicuci, sehingga lapisan pelindung alami, cuticle, tetap utuh. Karena itu, telur dapat disimpan di suhu ruang tanpa risiko tinggi. Sebaliknya, di Amerika Serikat, telur dibersihkan sebelum dijual, menghilangkan cuticle. Tanpa lapisan pelindung, telur harus disimpan di kulkas agar tetap aman.
Menahan telur di suhu dingin membantu memperlambat pertumbuhan mikroorganisme sekaligus menjaga kualitas. Namun, lama penyimpanan bukan satu-satunya faktor. Tanda-tanda telur sudah tidak layak juga penting untuk dikenali. Salah satu cara paling umum adalah water test atau tes air. Telur segar akan tenggelam saat diletakkan di dalam air. Telur yang sudah rusak atau kualitasnya menurun akan mengapung karena penumpukan udara di dalam cangkang.
Selain tes air, telur busuk biasanya mengeluarkan bau menyengat, putih telur menjadi terlalu cair, atau terjadi perubahan warna. Jika ada salah satu tanda tersebut, telur sebaiknya tidak dikonsumsi. Ketika ragu, membuang telur lebih aman daripada menanggung risiko kesehatan.
Untuk menjaga telur tetap segar, beberapa langkah penyimpanan disarankan. Pertama, simpan telur di dalam kulkas dan tetap diletakkan dalam kartonnya. Karton membantu menjaga kelembapan dan mencegah kehilangan kelembapan. Kedua, jangan mencuci telur sebelum disimpan, karena dapat merusak cuticle. Ketiga, perhatikan tanggal kedaluwarsa dan konsumsi telur sesuai batas waktu yang dianjurkan.
Dengan memahami perbedaan regulasi dan cara penyimpanan, konsumen dapat meminimalkan risiko keracunan makanan. Menyimpan telur di tempat yang sesuai dan memeriksa tanda-tanda kualitasnya menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan keluarga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
